Tempat-tempat di Jogja Ini Membuktikan Romantis Tidak Harus Mahal. Cobalah!

Nikmati bersama suasana Jogja...
KLA Project - Yogyakarta 

Mendengar kata “Yogyakarta“, angan kita pasti segera melayang ke sebuah Daerah Istimewa yang mempunyai berbagai keunikan budaya, kuliner, wisata, dan kota tujuan untuk menimba ilmu.
 Tak salah jika Yogyakarta dijuluki kota budaya, kota gudeg, atau kota pelajar.

Ga cuma itu, kota ini juga tidak bisa dilepaskan dari julukan kota yang romantis, dengan setiap sudut kotanya menyimpan kenangan yang tak bisa lekang dari hati. Seperti kata Anies Baswedan, bagi yang pernah hidup di Jogja, pasti merasa bahwa setiap titik di Jogja adalah romantis!

Kali ini, Pizna punya beberapa tempat romantis versi mahasiswa yang tetep murah meriah yang bisa kamu coba di Jogja :


Pantai–pantai Jogja adalah Perekat Kenangan Paling Kuat

Kamu tau banget dong, yang mahasiswa pasti tidak lepas dari himpitan deadline tugas kuliah maupun rempongnya mengurus kuis dadakan maupun responsi. Nah, kalau pikiran udah suntuk gitu, kamu pasti membutuhkan sebuah tempat refeshing yang bisa menyegarkan pikiranmu kan? Apalagi kalau ditemani si dia.

Di Jogja, ada banyak pantai. Mulai dari daerah Bantul. Di sana ada Parangtritis, Parangkusumo, dan lainnya. Di daerah Gunung Kidul, pantai-pantai begitu mempesona dengan pasir putihnya. Selain romantis abis, pantai ini masih alami dan memiliki pesona keindahan yang berbeda. Penasaran? Ini daftar pantainya:


Pantai Ngrenehan




Pantai Ngrenehan terletak di Desa Kanigoro, Saptosari - Gunung Kidul, sekitar 30 km tenggara kota Wonosari. Pantai ini terjaga oleh bukit kapur yang gagah berdiri.

Kalau kamu mengunjungi pantai ini, kamu dapat melihat kegiatan sehari-hari para nelayan dan membeli ikan segar maupun ikan yang siap disantap.

Uniknya lagi nih, di atas bukit pantai ada tempat sembahyang umat Hindu. Setiap bulan umat Hindu melakukan upacara Melasti di sini.

Yang pasti mah, kalau nyempetin ngeliat sunrise bareng dia, bakalan romantis bangeeet..


Pantai Baron



Terletak 60 km sebelah tenggara dari Jogjakarta, berjajar dengan pohon kelapa hijau subur, Baron memiliki laguna yang dilindungi, aman untuk berenang, dengan bukit-bukit berbatu di setiap sisi.

Pantai Baron adalah pantai pertama yang ditemukan di persimpangan Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak.

Di  pantai ini, setiap bulan Suro atau bulan pertama kalender Jawa, masyarakat nelayan mengatur sebuah labuhan. Labuhan ini adalah upacara persembahan laut untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas panen ikan yang melimpah dan untuk keselamatan dan kesejahteraan nelayan.

Tuh, kamu bisa bawa pacarmu kesini. Kalo pas ada upacara labuhan, selain menikmati indahnya panorama pantai, kamu juga bisa sekaligus belajar tentang kebudayaan masyarakat Yogyakarta kan? Sebelum berangkat, kamu bisa cari-cari info dulu seputar upacara labuhan. Dateng ke acaranya. Setelah itu, kamu bisa obrolin serunya labuhan sambil makan ikan bakar di warung pantai. So, memorable.


Pantai Krakal


Pantai Krakal terletak sekitar 63 km sebelah tenggara dari kota Yogyakarta. Melewati Wonosari dengan jalan berliku tapi menghadirkan suasana yang selali dirindukan.

Sekitar 7 km ke timur dari jalan utama ada jalur ke pantai Baron. Kita bisa melihat bukit kapur dengan batu bertingkat tingkat. Di sini kita bisa menyaksikan pemandangan yang mempesona.

Ketika air lautnya surut, kamu bisa menikmati dan melihat taman laut yang indah dengan warna-warni karang dan kehidupan laut ditepi pantai. Pasti seru banget kalo kamu dan dia bisa snorkling bareng trus hunting foto sampe sunset menjelang.


Pantai Drini


Pantai ini terletak di Desa Ngestirejo, sekitar 1 km sebelah timur dari Pantai Sepanjang.

Ciri yang unik dan khusus dari pantai ini adalah pulau karang ditepian laut dan dimana mana pohon-pohon yang tumbuh dibukit karang ini. Dengan pantai berpasir putih dan pemandangan indah, kamu bisa berjalan-jalan menikmati menikmati hangatnya sinar matahari.

Selain itu, pantai ini juga merupakan lokasi yang ideal untuk dijadikan kawasan konservasi karena pada waktu tertentu dalam setahun banyak penyu yang singgah dan bertelur di sana.

Selain konservasi penyu, pantai Drini bagiku adalah konservasi kenangan.

Kalu berkunjung disini, kamu dan dia bisa mengamati dari dekat bagaimana aktivitas penyu bertelur. Pasti jadi momen nge-date yang tak terlupakan tuh. Asal jangan bilang,"Sayang, ternyata penyu kalo bertelur lucu juga ya? Ikut-ikutan bertelur yuk!" *lalu jongkok


Pantai Sundak



Pantai Sundak terletak di Desa Sidoharjo, kecamatan Tepus. Letaknya sekitar 1 km sebelah timur dari Krakal. hamparan hijau pemandangan alam dikombinasikan dengan udara yang segar, pasir putih pantai Sundak ini sangat ideal untuk bersantai.

Udah sampai di Pantai Sundak? Langsung cuus deh ajak si pacar untuk memancing di laut, berlayar dengan perahu tradisional, mencoba berbagai kuliner. Bahkan, pijat untuk relaksasi juga bisa dilakukan di sini juga. Seru!


Pantai Siung


Terletak di Kecamatan Tepus Gunung Kidul, kita bisa menuju kesini dengan jarak sekitar 35 km sebelah tenggara dari Wonosari kota.

Cara yang unik dan menantang karena untuk menaiki bukit kamu akan disuguhi panorama laut yang indah, gemuruh ombak, dan udara laut segar.


Pantai Wedi Ombo



Wedi Ombo terletak di Desa Jepitu, sekitar 40 km sebelah tenggara dari Wonosari. Pantai Wedi Ombo diapit teluk yang lebar dengan pasir putih lembut yang menghadap ke laut dan dikelilingi oleh perbukitan kapur.

Suara gelombang pantai dan angin menyegarkan menciptakan suasana santai. Teluk dapat dilihat dari atas bukit atau bahkan dari pinggir pantai, di mana kita dapat melihat matahari terbenam dan pemandangannya yang luar biasa.


Pantai Pulang Sawal / Indrayanti



Pantai Pulang Sawal atau yang populer dan dikenal sebagai Pantai Indrayanti ini terletak di kawasan pantai Sundak kecamatan Tepus kabupaten Gunungkidul.

Pantai berpasir putih yang menghampar dari Timur hingga Barat ini terbilang baru dan cukup indah. Menariknya, pengelola pantai ini mengenakan denda pada setiap pengunjungnya apabila ketahuan membuang sampah sembarangan. Perlu ditiru pengelola wisata lainnya nih!

FYI nih, nama pantai ini terinspirasi dari nama sejoli yang sedang falling in love loh, katanya sih namanya Indra dan Yanti. Kalau kamu bernama Anang dan Ashanti, namai aja pantai ini dengan pantai Anangashanti Merebut Cinta Sejati. haha.

Selain romantis, pantai-pantai di kawasan ini memiliki biaya retribusi yang cukup murah lho. Cukup siapin uang goceng, kamu sudah bisa menikmati keindahan panoramanya bersama orang tersayang..


Masih kangen? Sore pulang dari pantai Gunung Kidul kamu bisa mampir ke sini.

Bukit Bintang



Tempat romantis mumer kedua yang bisa kamu coba adalah Bukit Bintang. Kalangan mahasiswa Jogja pasti tahu banget nih kawasan ini. Bukit bintang adalah salah satu tempat wisata malam yang terletak di daerah perbukitan Pathuk, Gunung Kidul, Jogja.

Dinamakan bukit bintang bukan karena di bukit ini banyak bintangnya. Tapi, di bukit ini kamu bisa menikmati keindahan kerlap-kerlip yang dipancarkan dari kota  Jogja yang berada di bawahnya ketika dilihat dari ketinggian.

Kerlap kerlip ini merupakan pancaran lampu dari rumah-rumah yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Terus, karena lokasi bukit bintang yang begitu sejuk, membuat suasana malam terasa indah. Benar-benar tempat romantis.

Puas melihat pemandangan, kamu dan dia pasti laper kan. Nah, coba deh mencicipi kuliner yang ada disini.

Setiap rumah makan di sini memiliki makanan khas masing-masing. Eh, bukan cuma rumah makan saja, pedagang makanan emperan pun ramai di sepanjang jalan bukit bintang. Mereka menjual makanan seperti jagung bakar, roti bakar, dan pisang bakar.

Makan roti bakar yang hangat bersama-bersama di bukit Bintang pasti akan menambah kehangatan kalian berdua deh..


Gramedia, “Perpus gratis plus tempat nambah ilmu yang romantis”


Perhatian: Ini bukan di Gramedia

Tempat romantis murah meriah ketiga adalah toko buku Gramedia. Mahasiswa Jogja pasti tahu toko buku fenomenal ini kan?

Bukan rahasia lagi kalau toko buku Gramedia merupakan salah satu toko buku yang menjadi perpustakaan gratis. Sayangnya, tidak boleh pinjam dan di =bawa pulang. Kalau mau bawa pulang haruslah membayar alias membeli. Ya iyalah!

Mahasiswa Jogja banget ini, ketika kantong kempes, duit gak punya, tapi kebutuhan akan bacaan terus menusuk, apa yang kamu lakukan?

Pasti datang ke Gramedia kan? Memang, di sana kamu boleh membuka buku dan membacanya, dan boleh melakukannya sampai habis. Sambil dipelototin petugasnya pastinya. hehe. Enggak sih. Mereka paling cuma menatapmu nanar, sambil membatin,"Awas kalo ga beli!"

Nah, kamu juga bisa mengajak si pacar nge-date disini lho. Udah ga bayar, bisa dapet ilmu lagi. Yaaa tapi akan lebih bagus lagi kalau kamu bayarin buku yang pengen dibeli sih, jadi ga cuma baca buku gratis gitu hhe

Buat kamu yang single, gramedia juga tempat tepat untuk cari gebetan yang hobi baca buku.


Burjo; “Restaurant nya mahasiswa Jogja”




Yep, warung burjo merupakan tempat makan yang romantis di kalangan mahasiswa Jogja yang S4 “Sangat Super Sederhana Sekali”.


Iya, karena dalam urusan harga, burjo menyesuaikan dengan kondisi. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 500,00 untuk gorengan dan sejenisnya sampai Rp 7000,00 untuk makanan nasi ayam dan magelangan. Makanya, mahasiswa Jogja hapal banget akan "restaurant" jenis ini. Namanya emang burjo sih, tapi makanan yang ditawarkan pun bermacam-macam tidak hanya bubur kacang hijau saja.

Biasanya pemilik warung menyediakan nasi dan lauk pauk sederhana, mie instan, dan aneka minuman. Dan yang lebih unik lagi, yang menjadi menu utama di burjo itu sendiri adalah menu-menu selain dari burjo seperti nasi telur, nasi sarden, dan lain sebagainya, bukan burjo itu sendiri.

Disini, kamu bisa memesan mie kornet yang hangat untuk dia dan mie rebus telur untuk kamu sendiri. Cocok sekali dinikmati saat musim hujan begini kan.. Wiih, udah hujan, makan yang hangat hangat sambil berteduh di Warung Burjo. Option yang murah meriah untuk menghabiskan waktu bersama orang yang kamu sayang kan?


Angkringan



Angkringan adalah tempat makan yang menjamur di banyak tempat di Yogyakarta. Murahnya makanan yang dijajakan di angkringan membuat tempat makan berupa gerobak dan terpal ini sangat populer.

Di Yogya, nasi kucing (Sego kucing) khas angkringan dijual hanya dengan harga 1000 – 2000 rupiah saja. Lengkap dengan dua macam pilihan lauk standar, yaitu tumis tempe buncis atau sambal teri. Makanan penyertanya seperti usus, sate jerohan ayam, sate telur puyuh juga dijual dengan harga 1000 – 3000 rupiah saja per tusuknya. Jangan lupa gorengan dan tahu bacem, semua dapat dipanaskan kembali di tungku yang digunakan untuk merebus teh, kopi dan jahe.

Ah, ga level makan di angkringan!

Wih, kamu salah nih kalau berpendapat kayak gitu. Kalau makan di angringan, kamu malah akan merasakan romantisme yang ditimbulkan dari pencahayaan angkringan yang remang-remang, seperti kenangan. Selain itu, keramahan dari penjualnya yang khas “Jogja” pasti juga akan menghangatkan suasana, seperti pelukan.

Di Jogja, angkringan tu kayak mantan; dia ada di mana-mana. Tapi, ada beberapa spot angkringan yang recommended:

o Angkringan utara stasiun tugu.

Beberapa penjual angkringan berjejer di sana dengan tempat makan lesehan di trotoar jalan.Yang terkenal di sini adalah kopi jos Lek Man dimana arang bara yang menyala dicelupkan di kopi tubruk sehingga terdengar bunyi "josss.." di gelas

o Angkringan Nganggo Suwe
Angkringan ini berada di pertigaan jalan Pramuka dan Jalan Mondokaran Kotagede. Yang khas di sana adalah sate keong, nasi bakar, oseng keong, es asem, es jahe dan macam-macam baceman yang lezat.

o Angkringan di Jalan Dewa Nyoman Oka, Kotabaru.
Beberapa angkringan berjajar di sana dengan banyak sekali kaum muda bersantai sambil melihat pemandangan lembah code di malam hari. Code lho ya. Bukan kode.

o Angkringan depan kolam renang UNY.
Di angkringan ini harga relatif lebih murah dengan makanan yang lebih bermutu. Sekitar pukul 8 malam akan ditemui banyak sekali motor dan mobil berjajar untuk jajan di sini.

o Angkringan depan Kantor Kedaulatan Rakyat Mangkubumi Yogyakarta.
Angkringan ini menjual suasana dengan harga yang relatif lebih mahal. Namun makanan yang disediakan di sini lebih bervariasi dan bersih.

Tuh, jadi pengen nyoba candle light dinner di salah satu angkringan di kota Jogja ini kan?


Bosen ngangkring? Pengen yang lebih santai? Coba lesehan.

Lesehan


Orang Jogja itu identik dengan orang yang sangat menjunjung tinggi budaya sopan santun dan menghormati orang lain. Ga jarang hal ini dibiasakan dalam berbagai hal, salah satunya ketika makan. Makanya, konsep lesehan atau makan di lantai menjadi banyak konsep tempat makan favorit di kota ini.

Kota Jogjakarta memang terkenal dengan lesehannya. Banyak sekali lesehan yang ada di kota ini. Di bawah ini adalah tempat wisata kuliner berkonsep lesehan yang bisa kamu coba bersama dia.


Lesehan Sayidan (Lesa)

Salah satu lesehan yang cukup terkenal sebagai tempat nongkrong romantis pinggir Kali Code adalah lesehan timur jembatan Sayidan. Lesehan ini sudah lama berdiri sejak tahun 2002. Udah cukup lama ya? Wait, lesehan kok berdiri sih?

 Lokasinya berada di sebelah sungai code dan barat SMP BOPKRI. Banyak orang mengenal lesehan ini dengan nama lesehan sayidan karena letaknya memang dekat dengan jembatan Sayidan.

Lesehan timur jembatan Sayidan menyediakan aneka menu tahu gimbal, tempe, telur, ayam dan bebek bakar/goreng dengan harga yang ramah di kantong.


Lesehan Maharani

Lesehan ini terletak di Jl. Melati Wetan No. 46 A, Jogja. Menu yang ditawarkan juga beragam. Lezat dan terjangkau lagi, wajar saja jika warung ini tak pernah kehilangan pelanggan.

Lesehan Aldan 

Tempat makan yang murah namun juga karena menawarkan rasa yang memuaskan, salah satunya adalah Lesehan Aldan yang memiliki cukup banyak cabang di Jogja.

Dengan harga yang terjangkau, rasa yang disajikan oleh Lesehan Aldan sangat memuaskan. Nggak heran jika rumah makan ini selelu dipenuhi pengunjung. Tak hanya mahasiswa, beberapa pengunjung pun tampak seperti pegawai kantoran yang cukup mapan.

Jadi, di balik harga menu Lesehan Aldan yang murah terdapat cita rasa kelezatan yang memuaskan. Lesehan ini terletak di Jl. Dr. Sutomo, Jogja, dan buka dari jam 10.00 hingga jam 22.00 WIB.


Lesehan Sido Kabul

Lesehan ini terletak di kawasan Wirosaban, Jogja. Buka dari pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Yang spesial di sini adalah kamu bisa menikmati kesederhanaan mennu pecel lele dengan sajian sambal yang beragam. Point plusnya, suasana disini kalau malam sedikit adem dan sangat nyaman. Cocok banget buat kamu jadikan tempat hang-out bersama dia.

=============================================================
Oke, itu tadi adalah beberapa tempat yang layak kamu coba. Tempat-tempat tadi, selain romantis, ramah di kantong..

Karena romantisme tidak harus dengan makan dan tempat-tempat mahal.
Karena yang mahal, ialah kenangannya.

Scroll To Top