Suka Duka Menjadi Warga Transmigran

Udah pada tau kan apa itu transmigrasi dan transmigran? Jangan sampe kamu nggak tau guys. Apalagi tanggal 12 Desember mendatang adalah Hari Transmigrasi. Pasti kalian banyak yang ngga tau, ya kan? Ngaku aja deh?

Meskipun hanya bertransmigrasi ke pulau sebelah, tapi yang namanya warga transmigran itu pasti punya cerita suka dan duka ya guys. Apa lagi di masa awal menjadi transmigran.
Mau tau apa aja suka dan dukanya jadi warga transmigran? Chek it out guys!


Dukanya?

Mulai dari Nol


Dukanya jadi transmigran? Itu karena kita harus mulai semuanya dari Nol.


Pekerjaan tidak sesuai dengan keahlian


Tidak sedikit para transmigran yang kewalahan saat masa awal transmigrasi. Apalagi jika pekerjaan mereka tidak sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Misalnya saja seorang satpam menjadi petani sawit. Tentu saja ini bertolak belakang dengan kemampuan yang dimilikinya dan akan membutuhkan proses yang cukup lama untuk belajar untuk menjadi petani sawit yang handal.


Lokasi Terpencil


Ini menjadi duka tersendiri bagi warga yang bertransmigrasi ke daerah terpencil, apalagi jika sebelumnya mereka berasal dari kota-kota besar yang segalanya serba ada dan mudah di dapat. Pastinya akan menjadi beban bathin tersendiri ketika semua hal yang dibutuhkan menjadi jauh dari jangkauan.


Mengembangkan lahan


Jika kalian bertransmigrasi untuk menjadi petani atau berkebun, tentunya ini adalah kerja berat yang harus dilalui ya? Bagaimana caranya mengubah lahan yang hasilnya sedikit atau bahkan sama sekali belum menghasilkan menjadi lahan yang menghasilkan dan berkembang.


Bahasa


Kalau kalian pindah ke daerah pedalaman yang sebagian besar masyarakatnya masih menggunakan bahasa daerah dan parahnya lagi kalau banyak yang tidak tahu bahasa Indonesia. Memangnya ada daerah di Indonesia yang masyarakatnya tidak bisa berbahasa Indonesia? Tentu saja ada. Contohnya saja di Kepulauan Samosir di Sumatera Utara, para orangtua yang sudah sepuh tidak bisa bahasa Indonesia. Tapi tentu saja orang-orang yang lebih muda dan berpendidikan bisa bahasa Indonesia. Jadi kalian harus terbiasa menggunakan bahasa isyarat kalau mereka tidak mengerti.


Beda Pergaulan


Kalau selama ini kalian tinggal di kota dan biasa hidup mandiri alias apa-apa sendiri dan jarang bergaul bahkan tidak pernah bergaul dengan tetangga, ketika kalian transmigrasi ke desa maka kalian harus terbiasa untuk mengikuti tradisi mereka, mulai dari menggosip, berbagi makanan ke tetangga, dan lain sebagainya.


Kerasnya alam


Mungkin ini ya yang namanya seleksi alam? Karena nggak sedikit para transmigran yang nekat pulang kampung karena tidak tahan menghadapi kerasnya alam, apalagi kalau lahan yang akan diolah masih hutan belukar yang tentu saja banyak binatang buasnya, seperti ular, babi hutan, bahkan harimau. Dan parahnya lagi kalau kamu tinggal dipinggir hutan, kamu harus memiliki ekstra kesabaran kalau tiba-tiba makanan  kamu dicuri monyet, tanaman kamu dirusak babi hutan.


Feel so alone


Yah, hidup jauh dari sanak saudara memang akan sangat menguji kesabaran. Apalagi jika selama ini keluarga kamulah yang menjadi tempat curhat dan selalu bahu membahu dalam mengerjakan sesuatu. Menjadi transmigran akan menuntut kamu untuk mandiri, melakukan apa-apa sendiri. Apalagi pada awal masa transmigrasi, pasti bakal terasa banget sepinya. Intinya kamu harus mencari banyak kegiatan untuk membunuh perasaan "kangen rumah".


Sukanya?

Belajar sesuatu yang baru


Ketika datang ke suatu tempat yang 360 derajat bertolak belakang dengan tempat kamu tinggal, ini akan menjadi tantangan tersendiri buat kamu. Bagaimana beradaptasi dengan penduduk lokal, belajar bahasa daerah mereka, berbaur dengan budaya mereka dan melakukan kegiatan-kegiatan mereka. Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan dan pastinya akan menambah wawasan dan pergaulan kamu.


Lebih terasa hubungan kekeluargaan


Tinggal di tempat yang jauh dari keluarga dan sanak saudara akan membuat kamu merasa bahwa memiliki satu orang sahabat atau tetangga yang bisa diajak berbagi adalah sebuah anugerah tersendiri. Apa lagi jika kalian sama-sama transmigran dan datang dari daerah yang sama.


Penghasilan Bertambah


Yang paling menyenangkan ketika menjadi transmigran adalah penghasilan bertambah. Tentu saja untuk mendapatkannya kamu harus bekerja ekstra keras. Tapi itu akan sebanding kok dengan pendapatan kamu.


Kehidupan berubah


Tidak sedikit orang-orang yang bertransmigrasi dan datang tanpa modal apa pun kemudian berubah menjadi seorang miliader sukses. Tapi tentu saja semua ada prosesnya.

Menjadi transmigran otomatis akan merubah taraf hidup kamu. Semua duka dan kesedihan dijamin akan langsung menghilang ketika melihat keluarga kamu tercukupi, anak-anak kamu mendapatkan pendidikan dengan baik, dan kamu memiliki aset untuk masa tua kamu dan masa depan anak-anak kamu.


Bisa Pulang Kampung


Nah, pasti bosen kan kalau setiap tahun ngabisin waktu di tempat yang sama? Kalau jadi transmigran maka kamu akan punya alasan untuk pulang kampung dan mengunjungi keluarga.

Kalau kamu hanya tinggal berdesakan dengan keluarga kamu di kampung yang sama, maka kemanakah kamu ingin mudik? Inilah salah satu sukanya menjadi transmigran, bisa mudik.

Oleh: Desy

Scroll To Top