Inilah Kenapa Nongkrong di Nol Kilometer Jogja Itu Asyik


Nol Kilometer Jogja itu salah satu lokasi yang artsy banget di Jogja. Gampang juga ditemukan. Yup perempatan besar ini dapat dikenali dengan bank BNI di sisi barat daya, kantor pos besar di sisi tenggara, monument serangan oemoem 1 maret di timur laut dan gedung Agung istana presiden di barat laut.

Ada beberapa hal yang membuat Nol Kilometer (atau disebut "km 0") ini asyik dijadikan tempat nongkrong. Dari venue ini kita dapat melihat sisi modern dan tradisional Jogja dalam tata keharmonisan tanpa saling mendominasi. Hal ini terlihat dari bangunan kantor pos besar yang bergaya kolonial, bersanding dengan monument SO 1Maret dengan arsitektur kontemporer. 

Belum lagi jika menengok ke selatan, terbentang kraton jogja yang bersahaja penuh balutan kearifan namun tetap tanpa lelah mengikuti perkembangan. Berjalanlah ke utara dari nol kilometer ini dan temukan gemerlap Jogja yang tiada henti. Pusat perbelanjaan nan ramai siap memanjakan mata dan selerea pengunjung.

Masih banyak alasan lainnya kenapa kamu harus nongkrong di Nol Kilometer Jogja.


1. Segala Tipe Manusia, Bisa Kamu Temui di Sini

Banyak orang dari berbagai kalangan, usia, dan pekerjaan tumpah ruah di lokasi ini. Dari hanya sekedar melepas penat, hingga mencari rezeki, melihat dinamika manusia menjadi keasyikan tersendiri di nol kilometer. Kamu bisa merenung, di dalam keramaian.



2. Kamu Tidak Harus ke Galeri untuk Menikmati Seni

Lokasi nol kilometer seolah menjadi tempat display gratis untuk aktualisasi diri semua orang. Lihat saja, lokasi ini kerap menjadi instalasi seni kontemporer. Belum lagi banyak pertunjukan jalanan mewarnai area pedestrian. Pengamen menjadi salah satu pemandangan jamak disini. Oleh karena itu, Pizna menyarankan untuk sekedar berbagi dengan mereka. Berbagi 500 perak tidak membuatmu miskin.

Pocong tak lagi horor di Km. 0

3. Aneka Kuliner Siap Memanjakan Perutmu

Salah satu daya tarik sebuah lokasi wisata adalah keberadaan penjual makanan jalanan. Nol kilometer kota Jogja menjadi salah satu lokasi favorit untuk “pacaran” atau “cari inspirasi”. Jagung bakar, cilok, dan aneka minuman lainya siap menemanimu. Harganya? Murah!


4. Meski Terlihat Padat, Area Parkir Tetap Mudah Didapat

Bicara soal parkir, memang kita harus pandai mencari celah menaruh kendaraan kesayangan. Namun jangan khawatir, di sebelah timur benteng Vredenburg kamu bisa menemukan lokasi parkir yang tidak jauh dari tempat nongkrong.




5. Temukan Makna Baru dari Nongkrongmu

Inilah inti obrolan kita. Bala pizna bisa dengan mudah menemukan tempat duduk di sekitar nol kilometer. Bangku taman bentuk panjang atau semi melingkar banyak ditemui di lokasi ini, tentu akan lebih asyik setelah kita membawa jagung bakar atau aneka kudapan lainya. Sambil ngobrol, sambil santai melihat arus manusia. Pelan-pelan, kamu akan menemukan apa yang tidak kamu dapat dari nongkrong di kafe atau mal.




6. Selain Nongkrong, Nol Kilometer adalah Surga Pecinta Fotografi

Seperti yang Pizna jabarkan di atas, nol kilometer adalah tempat populer untuk anak nongkrong. H ini karena beberapa lokasi menarik berjejer di sekitarnya. Jika kamu hobi fotografi, beragam objek layak diabadikan. Mulai dari gedung BI, istana gedung agung, dan kantor pos besar dengan gaya kolonialnya. Serta monumen SO1Maret yang mengandung nilai historis. Jika ingin tantangan lebih, wisata malam benteng Vredeburg bisa menjadi pilihan.




7. Cukup Modal 500 Perak, Dia Siap Memujimu Ganteng/ Cantik

Tanpa bermaksud mendiskreditkan jenis kelamin tertentu, perkara banci kadang menjadi hal yang dilematis. Keberadaanya merupakan konsekuensi logis arus modernisasi Jogja (halah..). Pada umumnya mereka mencari rezeki sebagai pengamen. Perlakukan saja mereka seperti pengamen dengan memberi 500 perak dan mission accomplished. Bagi sebagian orang yang alergi pada mereka, tenang saja banci jogja cukup ramah dan santun hehe..


Seperti kata Project Pop,"Jangan ganggu banci!" atau "Banci jangan ganggu?"

8. Aroma Cinta di Setiap Sudut

Namanya juga anak muda. Masih bergairah untuk tebar pesona, sambil terus memindai, siapa tahu ada yang menarik untuk di-prospek. Bagi kawula muda yang sudah punya gandengan, lokasi ini kerap menjadi tempat favorit menikmati udara malam bersama pasangan.



9. Hirup Inspirasi yang Begitu Segar

Sudah barang tentu saat suntuk kita butuh suasana baru yang berbeda. Dinamika manusia dengan segala atribut keduniawianya menjadikan lokasi nol kilometer sebagai pusat berkumpulnya banyak orang. Disinilah kita kadang menemukan peluang untuk mendapatkan inspirasi tentang kerjaan atau tugas.



10. Nil Kilometer Mengingatkan Kita Bahwa Ada yang Lebih Menarik dari Lini Masa Sosial Media

Jika tidak ada tujuan khusus, minimal kita bisa memanfaatkan suasana riuh nol kilometer sebagai arena bersosialisasi. Untuk kaum muda ataupun tua yang suntuk-penat setelah melalui 6 hari kerja penuh perjuangan, akhir pekan menjadi waktu istirahat sempurna. Namun jika ingin sekedar menambah wawasan, kawan, atau kenalan, nol kilometer menjadi salah satu spot favorit.



11. Tidak Hanya Nongkrong, Berbagai Dana Sosial Dihimpun di Sini

Tidak jarang kita melihat segerombolan mahasiswa atau kumpulan orang dengan kotak kardus dan spanduk mendatangi mobil meminta sumbangan. Entah untuk tujuan apa tapi barangkali ada bala pizna yang punya pengalaman melakukan hal serupa.


12. "Bunga di Tepi Jalan Alangkah Indahnya..."

Kegiatan yang satu ini tidak jauh berbeda dengan praktik “ngumpulin sumbangan” tadi. Hanya dengan cara yang lebih elegan, kumpulan (biasanya) mahasiswa membawa seikat bunga dan mendatangi mobil, mengetuk kaca lalu menawarkan. Kegiatan ini umumnya dilakukan saat masa KKN. Biasanya bunga yang dijual dibandrol dengan harga kisaran Rp10.000.



Scroll To Top