Inilah Alasannya Kenapa Amikom Yogyakarta Disebut Kampusnya Orang Berdasi

Bagi yang bingung kenapa Amikom kuliahnya orang berdasi. Dasi yang dipilih menjadi icon ini bukan tanpa alasan lho. Cek deh biar tahu apa alasannya.

Dasi Menjadi Ciri Khas Amikom

Ayo semuanya merapat!! Mana giginya?
Dalam setiap perkuliahan, mahasiswa Amikom wajib mengenakan dasi. Tak hanya mahasiswanya saja, seluruh dosen dan staf laki-laki wajib mengenakannya. Ada cerita lucu mengenai kebiasaan mahasiswa dan dosen yang mengenakan dasi di luar kampus.

Yang pertama cerita datang dari mahasiswa Amikom, saat perjalanan ke kampus dia mengalami kecelakaan hingga tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. Karena tahu dia mengenakan dasi polisi yang menolongnya segera memberitahu pihak kampus. Padahal posisi mahasiswa tidak membawa dompet lho... Dan benar saja dia memang salah satu mahasiswa Amikom.

Cerita kedua datang dari salah satu dosen, ketika akan pergi ke suatu tempat dengan mengendarai mobil. Tidak tahu kenapa tiba-tiba ada dua polisi mengiringi mobil tersebut hingga ke tempat tujuan. Dan yang lucunya lagi polisi mengira dosen tersebut adalah menteri yang sedang berkunjung. Ini berkat dasi yang dikenakannya.



Merupakan Strategi Dari Pendiri Amikom Yaitu M. Suyanto, Prof Dr, M.M


Inilah beliau yang sangat terkenal
Strategi yang digunakan agar Amikom berbeda dari yang lainnya. Berkat label "kampusnya orang berdasi" ini orang-orang mulai melirik kampus ini. Setiap hal yang berbeda pasti akan terlihat mencolok di mata orang-orang.
Jadilah yang pertama kalau tidak buat ciri yang pertama. Itulah yang diajarkan beliau kepada mahasiswanya.

Mengajarkan Pada Mahasiswanya Bahwa Bepakaian Rapi Layaknya Orang Sukses Itu Penting

Ini nih gaya mahasiswa Amikom kalau ngampus
Sikap dan mental layaknya orang sukses sudah ditanamkan sejak mahasiswa menginjak semester 1. Kemeja dan dasi bagi cowok adalah pakaian wajib yang harus dikenakan, sedangkan untuk cewek menyesuaikan dengan cowok. Bukan berarti harus memakai dasi, cukup pakaian yang rapi dan sopan. Bahkan terkadang bila ada cewek yang memakai kaos beberapa dosen akan menegurnya.

Karena kebiasan selalu berpakaian rapi beberapa mahasiswa yang dahulunya tidak bisa mengenakan pakaian dengan rapi kini jadi bisa dandan dengan baik. Yang awalnya karena terpaksa sekarang jadi kebiasaan.



Amikom Adalah Kampus IT Berbasis Entrepreneurship

Ini adalah salah satu pameran karya mahasiswa

Tak hanya mengajarkan menganai IT saja, tapi juga diajarkan tentang entrepreneurship. Faktanya ada beberapa mata kuliah yang tidak diajarkan di perguruan tinggi lainnya.
Di Amikom kamu akan mendapat mata kuliah etika bisnis, pengetahuan bisnis, analisis proses bisnis dan E-busines. 
Nah maka dari itu Amikom juga memiliki Inkubator, bukan Inkubator untuk menghangatkan bayi yang baru lahir ya.... Inkubator yaitu tempat untuk development, program, inovasi aplikasi, game, dan lain-lain.

Tepatnya wadah bagi para mahasiswa yang ingin mengembangkan produk mereka, pastinya berbasis IT. Pizna gak heran kalau banyak mahasiswanya yang sudah memiliki penghasilan sendiri selama kuliah.
Itulah Amikom, pengetahuan dan keahliannya memang tentang IT tapi jiwanya adalah entrepreneurship.

Inilah Makna Sesungguhnya "BERDASI" BERDAya Saing TInggi

Salah satu penghargaan yang diraih Amikom.

Meski terbilang kampus muda, kampus berdasi ini sudah memiliki banyak penghargaan lho. Baik itu nasional maupun internasional. Ini juga berkat pendirinya yang tidak kenal lelah dalam mewujudkan mimpinya. Mahasiswa Amikom juga dilatih untuk bersaing tinggi dalam bidangnya masing-masing.



Dasi Sebagai Alarm Agar Mahasiswa Bersikap Profesional dan Disiplin Baik Tingkah Laku Maupun Berpakaian 



Budaya antri sudah menjadi kebiasaan lho di kampus ini. Profesional itu penting dan disiplin dalam segala bidang hal harus menjadi watak dasar bila ingin sukses. Pendirinya sediri ingin melihat anak didiknya sukses setelah lulus dari kampus tercintanya. Melihat banyak orang sukses seperti Bill Gates, beliau ingin mahasiswanya seperti itu.
Profesional dan kedisiplinan kami berawal dari pakaian yang nantinya juga akan mengakar hingga tingkah laku kami. 
                                                Maulana Reza Prasetya, mahasiswa Amikom angkatan 2013


Yup itulah alasannya, meski itu hanya sebuah dasi namun mampu membawa dampak yang positif. Lagi pula cowok yang mengenakan dasi itu memiliki nilai plus tersendiri bagi yang melihatnya.



Oleh: Rusli Asmiyatun

Scroll To Top