Ini Lho Suka Dukanya Jadi Anak Mapala

Jujur saja nih ya, Pizna sebenarnya kagum banget sama anak-anak yang bergabung dalam sebuah wadah pecinta alam yang biasa disebut mapala. Sudah tahu dong mapala itu apa? Yup…mahasiswa pecinta alam. Entah mengapa, setiap lihat anak mapala Pizna jadi merasa minder tiba-tiba. Bagaimana tidak? Mereka ini orang-orang hebat lho, jiwa petualangnya nggak pernah mati dan kecintaannya pada alam luar biasa berapi-api. Wuidih…asik banget ya? Nah…sekarang Pizna penasaran nih, apa saja sih yang dirasakan oleh anak-anak mapala? Pasti ada sedih dan senangnya kan? Cari tahu bareng-bareng yuk!



Jalan-jalan terus


Mau banyak jalan-jalan? Jadi anak mapala solusinya. Bukan jalan di mall atau pergi nonton sih, jalan-jalannya anak mapala ya ke alam bebas.


Ajang cari jodoh


Naik gunung sama dia, camping bareng dia, caving juga sama dia. Ini nih yang bikin kegiatan kampus jadi menyenangkan. Selain bisa menikmati pemandangan alam yang indah, anak mapala juga bisa pacaran dengan sesama anak mapala. Seru kan?


Kaya ilmu dan pengalaman


Naik gunung? Gampang! Susur goa? Sering! Masuk hutan? Jangan ditanya! Ini nih enaknya jadi anak mapala, kayaknya semua hal menantang sudah pernah mereka lakukan. Anak mapala juga punya kemampuan bertahan di alam yang pastinya lebih oke daripada yang bukan anak mapala termasuk Pizna.


Dapat pemandangan oke


Jadi anak mapala itu enak bisa lihat pemandangan bagus yang nggak semua orang bisa lihat. Ya gimana mau lihat, pemandangan bagusnya cuma bisa dilihat dari puncak gunung, dari dalam goa, atau di tengah hutan. Asyik kan?


Koleksi foto


Suka difoto atau hunting foto terus jadi anak mapala, ini duet maut yang oke banget. Setiap menjelajah alam dan nemu pemandangan yang bagus langsung deh jepret! Sudah pasti teman-teman yang bukan anak mapala bakal iri.


Punya teman yang solid


Karena sering hidup di alam bebas bersama dengan keadaan yang terbatas, anak-anak mapala itu kompak dan solid banget. Pizna sih sudah membuktikan sendiri kalau anak mapala itu biasanya setia kawan banget. Kalau kamu gimana?


LDR sama pacar


Yang punya pacar sesama anak mapala sih enak, lah kalau yang nggak? Ngenes deh nasibnya karena harus LDR untuk sesaat. Tambah sedihnya lagi, anak mapala biasa berkeliaran di tempat-tempat yang susah sinyal jadi mau telepon juga susah. Hiks…jadi kangen deh.


Bahaya mengancam


Seringkali di TV ada berita tentang pecinta alam yang meninggal di pendakian atau tersesat dan tidak ditemukan. Sedih banget ya, guys? Tapi hal buruk ini bisa kok dicegah dengan melakukan prosedur yang benar dan taat peraturan pastinya. Sssttt...dan jangan lupa berdoa dulu sebelum berangkat.

Cuaca


Kegiatan anak mapala itu tergantung sama cuaca. Sudah direncanakan sebaik mungkin, eh tiba-tiba cuaca nggak mendukung. Ambil saja contoh, mau mendaki gunung tapi tiba-tiba ada hujan badai mengguncang bumi. Ya sudah, batal deh.


Capek


Nggak bisa dipungkiri kalau anak mapala pasti pernah mengalami apa yang namanya kecapekan. Sesenang apapun melakukan kegiatan di alam, anak mapala juga manusia biasa yang bisa drop. Tapi ini bukan masalah berarti buat anak mapala, mereka sadar betul kalau capek memang konsekuensi yang harus ditanggung oleh anak mapala.


Siap-siap koleksi luka


Menurut pengalaman Pizna, tangan dan kaki anak mapala itu pasti ada saja aksesorisnya. Maksud aksesoris di sini itu ya bekas-bekas luka. Gimana nggak? Mereka berkeliaran di hutan atau di dalam goa, kegesek batu sudah biasa. Jadi sepertinya harapan anak mapala punya kulit mulus itu hanyalah mimpi belaka.

Adelina Mayang

Scroll To Top