[FONT GRATIS] Solusi untuk 5 Font Paling Membosankan di Komputermu


Dengan alat-alat desain dan publikasi di tangan hampir semua orang, dunia telah dikuasai oleh pilihan-beberapa tipografi yang sangat dipertanyakan, beberapa sering kita lihat (dan merasa ngeri) berulang-ulang.

Mengapa font-font ini yang terburuk? Dua alasan besar: Mereka benar-benar terlalu sering digunakan dan / atau mereka menunjukkan kurangnya imajinasi. Di sini, pizna akan menyajikan pengganti yang terbaik (dan gratis!) untuk lima font yang paling membosankan di komputermu.


Kita tahu ini mungkin mengejutkan. Bagaimana bisa huruf klasik ini dimasukkan dalam daftar? Tentu saja, kita menghargai desain fontnya yang baik. Font ini diciptakan oleh seorang typografer terkenal, Stanley Morison, setelah ia mengeluh kepada koran Inggris, The Times, karena tipografi mereka miskin. Tapi sejak Windows 3.1, ketika Microsoft membuat Times New Roman sebagai font bawaannya, font ini menjadi hampir tak terhindarkan.


Solusinya: Cobalah font serif yang berbeda seperti:




Seperti namanya, Brush Script terlihat seperti dibuat dengan tangan dan sapuan kuas tebal. Pokoknya seperti tulisan tangan. Font ini telah banyak digunakan sejak penciptaannya oleh Robert E. Smith pada tahun 1942. Tapi sekali lagi, font ini telah terlalu sering digunakan dan disalahgunakan.

Brush Script menjadi terkenal karena muncul di logo acara TV: The Jerry Springer Show.
Solusinya: Jika tugasmu membutuhkan font yang terlihat mirip dengan Brush Script, cobalah sesuatu yang tidak usang atau klise seperti:





Kamu mungkin pernah merasa bahwa font ini terlalu aneh karena berusaha terlihat menyenangkan dan 'canggih' pada sejumlah "desain", mulai dari iklan salon kecantikan hingga sampul buku self-published. Meskipun Curlz terlihat jelas dirancang pada tahun 1995 oleh Carl Crossgrove dan Steve Matteson, entah bagaimana font ini tetap hidup sampai sekarang. Kecuali kamu sedang ingin mengiklankan baby shower atau membuka toko permen, hindari font yang satu ini.

Solusinya: Jika font keriting adalah suatu keharusan, cobalah font yang lebih elegan seperti:



Papyrus pada awalnya dirancang untuk meniru tulisan tangan berumur 2.000 tahun. Sekarang, bagaimanapun, font ini digunakan dalam hampir semua situasi di mana orang ingin desain mereka terlihat tua dan agak karatan.

Kecuali kamu berusia di bawah 13 tahun dan menulis laporan tentang piramida, ini adalah font yang patut dihindari. Bahkan Chris Costello mengatakan font ini berlebihan - padahal dia sendiri yang merancang font ini.

Solusinya: Kalau kamu masih membutuhkan sentuhan "kuno" pada tulisanmu, cobalah:




Dulu waktu masih jaman ababil, saya sering pakai font ini karena memang tidak terlalu formal dan agak mirip tulisan tangan. Tapi, lama-kelamaan aneh juga kalau sering pakai font ini, terutama jika mengingat umur, kok kayaknya nggak pantes nulis laporan atau apapun pakai font ini.

Solusinya: Jika kamu memang benar-benar ingin memakai font tema komik, cobalah:




BONUS: 5 Tips untuk Memilih Font

Tidak peduli apa font yang kamu pilih, pastikan untuk memilih font yang bisa dibaca.
  1. Jangan menggunakan lebih dari 3 font dalam satu layout.
  2. Jangan menggunakan jenis tebal/bayangan untuk teks isi.
  3. Gunakan serif dan sans serif atau yang berada dalam 'spesies' sama.
  4. Pastikan ukuran font untuk web tidak lebih kecil dari 12 pt.
  5. Sesuaikan font untuk dibaca, jangan selalu mengandalkan default.

Penulis: Esmeraldah Prasetya

Scroll To Top