Anda Sadar Seseorang Sedang Berbohong Jika Ia Melakukan Hal-hal Ini

Entah disengaja atau tidak, semua orang pasti pernah berbohong. Bahkan bagi sebagian orang, berbohong adalah suatu kebiasaan. Hal ini dapat berakibat buruk di masa depan. Oleh karena itu, Anda mesti pandai-pandai mendeteksi kebohongan. Orang yang berbohong biasanya melakukan beberapa tindakan tanpa disadari. Pergunakan pancaindra Anda untuk mendeteksinya. Berikut ini adalah hal-hal yang dilakukan seseorang saat berbohong:

1. Mengalihkan pandangan mata


Banyak analisis dan penelitian yang menyebutkan bahwa manusia merasa sulit melakukan kontak mata saat berbohong. Pada saat berbohong, seseorang memang akan sangat sulit untuk melihat mata orang lain karena merasa orang itu akan mendapat firasat tentang kebohongannya. Menatap seseorang tepat di matanya adalah suatu hal yang menakutkan saat berbohong. Ingatlah hal itu ketika Anda hendak mendeteksi kebohongan.

2. Telapak tangan yang berkeringat


Salah satu indikator kebohongan adalah berkeringatnya telapak tangan. Biasanya keringat pada daerah itu muncul saat terjadi perubahan tingkat metabolisme tubuh. Saat berbohong,detak jantung meningkat dan Anda berkeringat untuk mendinginkan badan.

3. Terlalu banyak detail yang tidak perlu


Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kebohongan adalah mengamati seberapa banyak hal yang mereka ceritakan. Sebab, orang yang berbohong cenderung menceritakan hal-hal rinci yang tidak perlu. Perkecualian diberikan pada beberapa golongan: sahabat, kekasih, pasangan, keluarga, dan orang yang karakternya memang cerewet.

4. Bergerak terlalu banyak


Beberapa orang memang cenderung melakukan gestur saat berbicara sebagai pelengkap komunikasi. Namun saat gelisah, seseorang cenderung bergerak lebih banyak dari yang seharusnya. Seorang pembohong akan gugup dan secara tidak sadar melakukan gerakan-gerakan kecil. Sebagai contoh, ia menggunakan tangannya untuk memberi penekanan pada setiap kalimat.

5. Mengurangi penggunaan kata ganti orang pertama


Saat berbohong, seseorang cenderung berhenti mengatakan "aku", "saya", dan "milikku". Apa alasan di balik ini? Psikolog menyimpulkan bahwa manusia berhenti menggunakan kata ganti orang pertama saat berbohong untuk mencoba menjauhkan diri secara mental dari kebohongan mereka sendiri. Manusia cenderung menganggap dirinya sebagai orang baik. Jadi daripada berurusan dengan fakta bahwa mereka berbohong, mereka mencoba mengarahkan pembicaraan pada orang lain, atau dari sudut pandang yang lebih objektif.

6. Mengubah-ubah posisi kepala mereka


Ketika seseorang berbohong, ia cenderung terus menggeser atau mengubah posisi kepalanya. Berbohong memunculkan perasaan bersalah dalam alam bawah sadar, sehingga ia menyesuaikan kepala lebih sering sebagai cara untuk mengurangi rasa bersalah itu.

7. Mikroekspresi


Mikroekspresi adalah ekspresi singkat yang dilakukan secara tidak sadar. Saat lengah, orang yang sedang berbohong biasanya mengatakan kebenaran melalui ekspresinya.

8. Menutup mulut


Jika seseorang menutup mulutnya saat menceritakan sesuatu, kemungkinan besar ia sedang berbohong. Psikolog menyimpulkan bahwa tindakan itu merupakan upaya untuk menutup informasi yang berpotensi membuat kebohongan terbongkar. Pada dasarnya, pembohong ingin menutup saluran informasi mereka, yaitu mulut.

9. Percayai insting Anda


Ini memang sedikit klise, tetapi insting memegang peranan penting dalam mendeteksi kebohongan. Insting adalah naluri biologis yang digunakan manusia untuk memahami, menganalisis, dan mempertimbangkan ancaman terhadap diri sendiri maupun orang-orang yang disayangi. Ketika menghadapi orang yang sedang berbohong, Anda akan mendengar suara kecil di kepala Anda yang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah. Cobalah untuk mempercayai suara itu.

Scroll To Top