8 Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terbesar Sepanjang Sejarah

"Kami menganggap kebenaran-kebenaran ini tidak perlu disangsikan lagi, bahwa semua manusia diciptakan sama, bahwa mereka dikaruniai Penciptanya hak-hak yang tidak bisa dicabut, bahwa hak-hak itu diantaranya adalah hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan hak untuk mengejar kebahagiaan"
~ Thomas Jefferson

Apakah Hak Asasi Manusia (HAM) itu? Nah, HAM adalah seperti apa yang dikatakan Thomas Jefferson di atas. Jika salah satu dari kita diambil, maka berarti HAM itu telah dilanggar. Memang banyak sekali pelanggaran HAM yang dilakukan secara semena-mena. Dan di bawah ini adalah 8 pelanggaran Hak Asasi Manusia terbesar sepanjang sejarah yang sebagian diantaranya membuat dunia sangat terpukul.


Konflik Israel dan Palestina


Siapa yang tidak tau tentang konflik yang terus menerus berlangsung antara Israel dan Palestina? Meski secara logika ini adalah sebuah kejahatan perang yang melanggar Hak Asasi Manusia.

Konflik ini bermula ketika Israel memperluas wilayahnya dengan menguasai sebagian besar wilayah Palestina. Dengan bantuan dari Amerika Serikat, Israel terus melancarkan serangan dari jalur darat dan udara ke wilayah-wilayah Palestina. Ratusan ribu nyawa masyarakat yang tidak berdosa melayang sia-sia, termasuk anak-anak, wanita, orang tua, dan bahkan relawan dari Negara lain yang menjadi korban. Karena Israel memang tidak memilih korbannya.

Masyarakat dunia juga mengutuk tindakan Israel yang sangat tidak berprikemanusiaan tersebut, berbagai usaha dilakukan untuk membuat perundingan damai. Namun yah, seperti yang kita lihat saat ini kalau Israel tidak pernah berhenti menyerang, mungkin hingga semua wilayah Palestina berhasil dikuasainya.

Ini adalah cerita hitam masyarakat Palestina yang belum berakhir. Karena hingga hari ini mereka masih hidup di bawah rasa takut dalam masa kegelapan.


Adolf Hitler di Jerman (Nazi)


Pasti sudah tidak asing dengan nama Adolf Hitler? Ya, dia memang dianggap sebagai salah satu pemimpin terkejam yang pernah ada sepanjang sejarah. Adolf Hitler adalah pemimpin dari Nazi di Jerman pada era 1930-an, saat itu kalian mungkin belum lahir, tapi sedikit atau banyaknya kalian pasti sudah tahu tentang kekejaman Hitler.

Ia melakukan banyak kejahatan kemanusiaan, seperti menangkap tokoh-tokoh politik yang menentangnya dan melakukan pembasmian terhadap orang-orang Yahudi. Karena Hitler memang sudah dikenal sebagai anti-Yahudi. Dan Hitler juga adalah salah satu penyebab utama terjadinya Perang Dunia II.

Pada masa pemerintahan Nazi, kekerasan digunakan untuk mengontrol orang-orang, tidak ada kebebasan berbicara, dan banyak lagi lainnya.


Pembantaian PKI di Indonesia


Masih ingat peristiwa yang terjadi pada 1965-1966 ini? Di mana ratusan ribu nyawa direnggut paksa bersama hak asasi mereka, dan yang paling menyedihkan karena hak mereka direnggut oleh pemimpin dan saudara mereka sendiri yang juga merupakan saudara kita.

PKI dianggap sebagai dalang dari peristiwa terbunuhnya 6 jenderal pada 30 September dan 1 Oktober 1965 atau yang lebih dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Setelah itu para pemimpin-pemimpin PKI segera ditangkap, dan beberapa dihukum mati. Pada 8 Oktober, markas PKI Jakarta dibakar, dan pembersihan dilakukan mulai Oktober 1965 di Jakarta, yang secara cepat menyebar ke Jawa Tengah, Timur, dan Bali, hingga pulau-pulau lainnya, terutama Sumatera.

Pembantaian terburuk meletus di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan korban jiwa mulai berjatuhan di mana-mana. Kebencian terhadap komunis dikobarkan oleh angkatan darat, sehingga banyak penduduk Indonesia yang ikut berperan dalam pembantaian ini. Warga Tionghoa juga ikut menjadi bulan-bulanan, mereka dibunuh dan harta benda mereka dijarah. Di Kalimantan Barat, 45.000 warga Tionghoa diusir oleh penduduk asli dan ratusan hingga ribuan di antara mereka tewas dibantai.

Mayat-mayat dilempar ke sungai, hingga banyak orang mengeluh karena sungai yang mengalir ke Surabaya tersumbat oleh jenazah. Tubuh mereka tidak dimakamkan, hanya dibuang begitu saja setelah digorok. Pada masa itu, semua orang yang ada sangkut pautnya dengan PKI dibantai, dan pada masa itu banyak korban yang tidak tahu menahu ikut tentang PKI ikut dibantai karena alasan salah tangkap, dan seribu alasan lainnya yang kadang tidak masuk akal.

Semua yang hanya dituduh atau korban fitnah meskipun tanpa bukti juga ikut dibunuh.Orang-orang PKI menjadi binatang buruan pada masa ini. Ini merupakan pembantaian terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia.

Pada 1966, Benedict Anderson memperkirakan jumlah korban meninggal akibat pembantaian adalah sekitar 1 juta orang. Para korban dibunuh dengan cara ditembak, dipenggal, dicekik, atau digorok. Dan parahnya lagi karena pembantaian dilakukan dengan cara tatap muka.
Apakah mereka tidak merasakan kasihan atau takut berdosa pada saat itu? Saya nggak tau.


Khmer Merah di Kamboja


Khmer Merah adalah komunis radikal yang dipimpin oleh Pol Pot pada tahun 1975. Saat itu Pol Pot memproklamirkan Kamboja sebagai sebuah Negara baru dan ia ingin segala sesuatunya dibangun dari titik nol. Tanggal 17 April 1975, ia menyatakan kalau itu adalah Hari Pembebasan dari rezim Lon Nol yang korup. Tapi ternyata pembebasan yang dijanjikan oleh Pol Pot justru merupakan awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja.

Hanya dalam beberapa hari saja rezim ini telah menghukum mati sejumlah besar rakyat Kamboja yang tadinya bergabung dengan rezim Lon Nol. Penduduk Phnom Phen dan provinsi lain terpaksa keluar dari kota dan pindah ke daerah penampungan. Pada masa ini Phnom Phen berubah menjadi kota mati. Seluruh perekonomian di seluruh negeri berubah di bawah garis keras komunis, uang menghilang dari peredaran. Dan mengakibatkan kelaparan dan wabah penyakit.

Khmer Merah mentrasformasi Kamboja menjadi sebuah Negara Maois dengan konsep agrarisme. Dengan sistem uang dihapuskan, pelayanan pos dihentikan, hubungan Kamboja dengan luar negeri diputus, dan hukum juga dihapuskan.

Dalam kurun waktu 4 tahun rezim Khmer diperkirakan telah membantai sekitar 2 juta rakyat Kamboja, dengan 143 ladang pembantaian yang tersebar di seluruh wilayah Kamboja. Sebagian besar para korbannya adalah para intelektual dari Phnom Penh, seperti Menteri Informasi Hou Nim, Prof Ilmu Hukum Phorng Ton, dan lainnya termasuk warga Negara barat.

Para intelektual diinterogasi agar menyebutkan kerabat atau kenalan mereka sesama intelektual, minimal 15 orang. Jika tidak mau menjawab, maka mereka akan disiksa. Kuku-kuku jari mereka akan dicabut, lalu direndam cairan alkohol, ditenggelamkan ke bak air atau diestrum, sedangkan para perempuan kerap diperkosa.


Pembantaian Ras di Afrika Selatan


Pada tahun 1960-an, ketika rezim Apartheid yang didominasi oleh orang-orang kulit putih berhasil menguasai pemerintahan di Afrika Selatan. Mereka melakukan kebijakan-kebijakan yang merugikan warga kulit hitam, hingga banyak menimbulkan korban jiwa. Dan peristiwa ini terulang kembali di tahun 1976 yang menewaskan beberapa warga sipil dan murid-murid sekolah.


Benito Mussolini di Italia


Kamu sudah tau siapa Benito Mussolini? Yup, dia adalah pemimpin rezim otoriter di Italia pada tahun 1924. Selama 19 tahun masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang otoriter, dan tidak segan membunuh orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Kekejamannya berlaku kepada siapa pun dan ia juga termasuk salah satu pencetus Perang Dunia II dan berkoalisi dengan Adolf Hitler dari Jerman untuk melawan sekutunya.


Bentrok Oposisi dan Pemerintah Mesir


Peristiwa ini bermula saat berhentinya rezim Hosni Mubarak yang sudah bertahan selama 4 dekade. Selama beberapa minggu, ratusan ribu masyarakat Mesir turun ke jalan alias demo dan menyerukan pencopotan Mubbarak dari jabatannya sebagai Presiden Mesir. Karena krisis ekonomi dan politik yang dialami mesir. Sebagian orang menganggap Mubarak sebagai Presiden yang baik, namun sebagian lagi menganggap kalau Mubarak bersikap glamor dan otoriter.

Bentrok antara dua kubu pun tidak terhindarkan, selama berminggu-minggu ratusan warga menjadi korban, banyak dari mereka yang meninggal dunia, dan konflik antara pemerintah dengan pihak oposisi juga semakin meluas. Namun akhirnya Hosni Mubbarak yang bersembunyi di dalam selokan ditemukan oleh warga dan kemudian meninggal di tangan rakyat yang pernah ia pimpin.


Rezim Republik Rakyat Demokratik Korea - Korea Utara


Sepertinya istilah "Negara Pertapa" memang cocok untuk Korea Utara yang memang mengasingkan diri mereka dari pergaulan internasional ya?
Pelanggaran Hak Asasi Manusia di sini memang sangat tinggi, kejahatan yang mencakup pemusnahan, pembunuhan, perbudakan, penyiksaan, pemenjaraan, pemerkosaan, aborsi paksa, penganiayaan atas dasar politik, agama, ras, gender, pemindahan penduduk secara paksa, penghilangan paksa orang-orang, dan tidakan tidak berperikemanusiaan yang dengan secara sengaja menimbulkan kelaparan berkepanjangan.

Diskriminasi terhadap perempuan di Korea Utara membuat mereka sangat rentan terhadap perdagangan manusia, banyak perempuan diperdagangkan ke China untuk dieksploitasi dalam perkawinan paksa. Dan saat ini di China terdapat sekitar 20.000 anak yang dilahirkan oleh perempuan Korea Utara kehilangan haknya atas pendaftaran kelahiran, kewarganegaraan, pendidikan, dan perawatan kesehatan karena kelahiran mereka tidak dapat dicatatkan.

Negara ini juga menetapkan pelarangan secara mutlak bagi warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri, jika mereka tertangkap maka pemerintah Korea Utara secara sistematis akan melakukan penganiayaan, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang berkepanjangan, dan dalam beberapa kasus terjadi kekerasan seksual.

Di dalam kamp penjara politik Korea Utara, jumlah tahanan akan dikurangi secara perlahan melalui kelaparan yang disengaja, kerja paksa, eksekusi, penyiksaan, pemerkosaan, dan peniadaan hak reproduksi melalui hukuman, aborsi paksa, dan pembunuhan bayi. Ada ratusan ribu tahanan politik telah menemui ajalnya di kamp-kamp tersebut selama lima dekade terakhir.

Pemerintah rezim Korea Utara memang telah melakukan pelanggaran berat terhadap HAM secara sistematis dan meluas. Bayangkan saja jika kamu menjadi warga Korea Utara? What you can do?

Oleh: Desy L

Scroll To Top