6 Negara Berkembang Dengan Prospek Pencarian Properti Online Terbaik di Asia

Bisnis properti di negara-negara Asia secara perlahan namun pasti mulai mengalami pergeseran, dari yang tadinya berfokus di sektor offline ke arah online. Hal ini dibuktikan dari riset yang dilakukan di enam negara berkembang di benua Asia, dengan prospek industri properti paling cerah. Dalam riset yang disajikan dalam laporan Real Estate in the Emerging Markets, fenomena yang terjadi di Pakistan, Filipina, Indonesia, Myanmar, Bangladesh, dan Sri Lanka disajikan secara mendetail.

Hasil riset tersebut disajikan dalam format yang mudah dibaca langsung secara online. Parameter dan hasil laporan ini juga dibuat berdasarkan berbagai survey yang dilakukan secara online kepada calon pembeli rumah serta agen-agen real estate di keenam negara yang disebutkan dari atas. Selain itu, berbagai data penunjang yang diperoleh secara online serta jaringan global Lamudi juga digunakan sebagai acuan di dalam penelitian tersebut.



Tren menuju pencarian properti online khususnya terlihat di Indonesia, dimana 96 persen agen yang menjadi responden survey Lamudi mengatakan bahwa internet sekarang sering digunakan saat melakukan proses pencarian rumah. Demikian juga di Filipina, dimana 90 persen agennya mengatakan bahwa website adalah salah satu alat yang paling sering digunakan oleh mereka yang sedang mencari rumah baru.

Ada berbagai negara yang sebagian besar penduduknya masih mengandalkan metode tradisional untuk mencari properti, contohnya yang terjadi di Pakistan, di mana surat kabar masih menjadi sumber informasi utama. Walaupun listing real estate online kini semakin menyusul dan luas digunakan. Dalam riset yang dilakukan, hampir semua responden survey yakin bahwa pencarian properti secara online akan semakin sering dilakukan di beberapa tahun mendatang.

Fenomena ini juga terjadi di Myanmar, negara di mana penetrasi internetnya masih berada di kisaran 1 persen. 65 persen agen yang mengikuti survey ini menyebutkan bahwa internet sesekali digunakan oleh pencari rumah, sedangkan 29 persen sisanya  menyebutkan  website sering digunakan. Yang lebih menarik, 86 persen agen yang terlibat dalam survey ini mengharapkan akan ada penambahan angka yang signifikan dari pencari rumah. Tren diharapkan lebih mengarah ke sistem online dalam 10 tahun mendatang, seiring bertambahnya ketersediaan internet di negara tersebut.



Optimisme juga diungkapkan oleh Global Co-Founder dan Managing Director Lamudi, Kian Moini, “Bersamaan dengan datangnya tahun 2015, laporan ini juga menyoroti pertumbuhan yang fenomenal yang kami akan harapkan terjadi di pasar properti Asia di bulan-bulan berikutnya. Ini juga sebagian besar terjadi karena kuatnya pertumbuhan ekonomi ditambah berkembangnya kelas menengah dan kenaikan kekayaan, yang trennya sedang kita lihat di seluruh pasar Lamudi Asia.”

Lalu, mana sajakah negara berkembang di Asia yang memiliki prospek pencarian properti online terbaik di Asia? Bagaimana kebiasaan para pencari rumah dan faktor-faktor apa sajakah yang menjadi pendorong utama?

1. Indonesia

Tingkat pertumbuhan paling tinggi diprediksi akan terjadi di Indonesia, dimana 75% dari agen real estate yang disurvey mengatakan bahwa mereka memperkirakan sektor properti akan tumbuh di kisaran angka delapan persen atau lebih selama 2014.


2. Filipina

Sama seperti di Indonesia, di Filipina juga diprediksi akan terjadi fenomena yang serupa. Dua pertiga agen yang mengikuti survei mengharapkan akan terjadi  pertumbuhan di kisaran angka delapan persen atau lebih.


3. Myanmar

Tren yang sama juga diprediksi akan terjadi di Myanmar, walaupun masih sedikit di belakang kedua negara di atas.

Perbedaan-perbedaan kebiasaan pencarian rumah di sepanjang wilayah Asia juga dibahas dalam laporan ini mencakup beberapa negara seperti Indonesia, Filipina dan Myanmar. Hasilnya, faktor harga yang terjangkau menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan dimana tempat mereka akan tinggal.


4. Bangladesh

Laporan tentang kebiasaan pencarian rumah di Bangladesh berbeda dengan Indonesia, Filipina, dan Myanmar. Di negara ini, faktor keamanan-lah yang dijadikan sebagai acuan utama para pencari rumah.


5. Pakistan

Hampir sama seperti Bangladesh, kondisi politik dan keamanan yang belum stabil di negara ini membuat para pencari rumah mengutamakan faktor keamanan sebagai acuan utama.


6. Sri Lanka

Di Sri Lanka, hal utama yang paling dipertimbangkan oleh pencari rumah adalah lokasi. Wajar, lokasi yang strategis memang bisa meningkatkan nilai sebuah properti hingga puluhan kali lipat.

Scroll To Top