11 Suporter Sepakbola Indonesia Paling Loyal versi Pizna

Tak bisa dibantah lagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penikmat sepakbola terbanyak di dunia. Walaupun prestasi timnas maupun klub Indonesia di ajang internasional belum terlalu tinggi, antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini sangat tinggi. Buktinya, sangat banyak kelompok suporter sepakbola yang eksis di setiap kota, yang dengan setia mendukung tim favorit mereka.

Nah, menanggapi fenomena ini Pizna membuat ranking 11 suporter sepakbola paling loyal. Ranking ini dibuat berdasarkan kesetiaan suporter dalam mendukung timnya, kreativitas mereka dalam menunjukkan dukungan, serta totalitas dalam membela timnya dalam suka dan duka. Langsung saja, berikut peringkatnya:


11. Macz Man



Macz Man adalah suporter fanatik PSM Makassar. Dibandingkan dengan suporter lain di daftar ini, mereka masih terbilang muda. Awalnya, Macz Man terbentuk ketika para pemain PSM Makassar merasa tertekan ketika bertandang ke Gajayana, kandang Arema Malang, pada tahun 2000. Suporter Arema begitu kompak, membuat kekuatan tim bertambah berkali-kali lipat.

Menyikapi hal itu, mulailah diambil inisiatif dari kalangan fans PSM Makassar. Mereka memutuskan untuk membentuk kelompok suporternya sendiri, Mereka bahkan tak segan-segan berguru pada kelompok suporter lainnya yang sudah lebih berpengalaman, hingga mendatangkan Mayor Haristanto yang dikenal sebagai "jenderal" Pasopati Solo. Hasilnya menggembirakan, dari yang awalnya berjumlah puluhan saja, Macz Man kini memiliki jumlah anggota yang ratusan kali lipat lebih banyak.


10. Beladas




Beladas adalah gabungan tiga kelompok suporter yang mendukung Sriwijaya FC: Singa Mania, Simanis dan Sriwijaya Mania Sumsel. Dalam bahasa Palembang, kata "Beladas" sendiri artinya "bersenang-senang", namun juga bisa diartikan sebagai singkatan dari "Bela Armada Sriwijaya".

Kreativitas armada Beladas dalam memberikan dukungan ke klubnya patut diacungi jempol. Yel-yel, atribut, serta gerakan-gerakan yang mereka buat selalu enak untuk disaksikan. Loyalitas mereka ditunjukkan ketika Beladas akhirnya mampu mengiringi tim kesayangan mereka bertandang ke tanah Kalimantan tahun 2012 lalu. Mereka tak segan-segan memberikan dukungan secara total, walaupun suporter yang turut serta saat itu hanya berjumlah lima orang. Bayangkan, lima suporter melawan ribuan suporter, di kandang lawan pula!


9. L.A. Mania, Persela Lamongan


Di peringkat ke sembilan ada L.A. Mania, suporter fanatik klub Persela Lamongan. Eksistensi klub ini baru muncul di awal tahun 2000-an, setelah sebelumnya lebih banyak berkompetisi di divisi bawah Liga Indonesia. Salah satu momen terbaik dari Persela Lamongan terjadi di musim 2008-09, di mana mereka mampu duduk di peringkat ke-6 klasemen akhir Liga Indonesia. Prestasi itu makin terkesan membanggakan, karena kelompok suporter pendukungnya, L.A. Mania, terpilih sebagai suporter terbaik versi ISL.


8. Brajamusti, PSIM Yogyakarta


Orang Jogja memang terkenal kalem, sopan, dan lemah-lembut. Namun jangan salah, kalau sudah berbicara tentang sepakbola, mereka bisa berubah drastis. Dari yang tadinya kalem, menjadi sosok yang penuh semangat dan nggak segan-segan berteriak untuk mendukung tim kesayangan, PSIM.

Brajamusti memiliki sejarah yang cukup panjang di dunia persepakbolaan Indonesia. Hal ini wajar, mengingat PSIM Yogyakarta adalah salah satu klub tertua di Indonesia. Loyalitas Brajamusti sendiri tak bisa dipandang sebelah mata, karena mereka selalu mendampingi PSIM dalam suka dan duka, termasuk dalam masa-masa sulit seperti beberapa tahun terakhir.

Suporter PSIM di Manali, India Utara
Saking loyalnya, banyak suporter Brajamusti yang membawa atribut PSIM ke mana pun, bahkan hingga ke luar negeri. Narasumber Pizna di luar negeri bahkan ada loh, yang setia membawa panji-panji klub kesayangannya keliling dunia.


7. Pusamania, Persisam Samarinda




Pusamania yang merupakan pendukung dari Persisam Samarinda menjadi wakil Kalimantan dalam daftar ini. Kelompok suporter ini sudah eksis sejak tahun 90-an, bahkan membuat salah satu mantan pemain nasional top kala itu, Bambang Nurdiansyah, merasa terkejut. Bagaimana tidak, di Samarinda ternyata antusiasme masyarakatnya tidak kalah dari kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Pusamania selalu setia mengiringi langkah Persisam di Liga Indonesia. Klub suporter yang identik dengan warna oranye ini sempat menjadi salah satu ikon liga, di mana kala itu klub mereka diperkuat oleh trio Kamerun; Roger Milla, Ebwelle Bertin dan Mahouve Marcel. Loyalitas suporter ini ditunjukkan dari kalimat yang sering mereka ucapkan, "Pakai warna oranye saat ini, sampai kiamat!".


6. Pasoepati, Persis Solo


Pasoepati Solo boleh disebut sebagai suporter sepakbola paling kreatif dan sportif di wilayah Pulau Jawa. Sistem pengelolaan organisasi suporter ini sendiri juga sangat rapi dan terstruktur. Mereka selalu menyajikan aksi atraktif saat pertandingan yang sangat menghibur, Diambil dari kepanjangan "Pasoekan Soeporter Solo Sedjati", Pasoepati tidak segan meminta maaf secara terbuka apabila mereka melakukan aksi yang dinilai rusuh. Contohnya adalah permintaan maaf yang dilakukan secara terbuka bulan Oktober 2014 lalu setelah aksi melawan Martapura FC yang dianggap anarkis.

Nama Pasoepati sendiri identik dengan Mayor Haristanto, sosok legendaris di dunia suporter sepakbola Indonesia. Sang "Mayor" adalah sosok yang melatarbelakangi berdirinya Pasoepati serta tiga kelompok suporter lainnya The Macz Man (PSM Makassar), Asykar Teking (PSPS Pekanbaru), dan Persmanisti (Persma Manado).


5. Brigata Curva Sud, PSS Sleman


Posisi kelima dalam daftar Pizna ditempati oleh Brigata Curva Sud. Arti "Brigata Curva Sud" sendiri adalah Brigade Tribun Selatan. Ya, memang kelompok ini pada awalnya hanyalah segelintir kecil suporter di tribun selatan kandang PSS Sleman, merupakan adik dari Slemania yang saat itu dikenal sebagai "suporter utama" PSS.

Apa yang membuat Brigata Curva Sud begitu spesial? Yang jelas, mereka memiliki kreativitas yang sangat tinggi, cinta damai, dan memiliki aturan-aturan ketat. Antara lain, mereka tidak boleh menggunakan helm saat mendukung tim, tidak boleh melempar botol ke dalam lapangan, dan tidak boleh melecehkan penonton perempuan. Mereka juga tidak segan-segan membantu finansial tim serta tetap mendampingi PSS Sleman di saat-saat krisis keuangan.

Loyalitas Brigata Curva Sud yang demikian tinggi membuat klub ini masuk dalam daftar salah satu aksi suporter terbaik dunia 2013 versi TIFO. Mereka disejajarkan dengan suporter-suporter internasional seperti Borussia Dortmund, Vfb Stuttgart, Panathinaikos, dan masih banyak lagi


4. Bonek, Persebaya Surabaya


Reputasi Persebaya Surabaya sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepakbola Indonesia tak bisa lepas dari peran suporter mereka, Bonek. Bonek dikenal sangat loyal, total, dan fanatik dalam mendukung tim kesayangannya. Saking fanatiknya, banyak orang yang takut dengan eksistensi Bonek dan mengaitkannya dengan kesan negatif, seperti kerusuhan dan kekerasan.

Walaupun demikian, Bonek tidak melulu berbuat keonaran. Mereka berhasil merebut gelar Suporter Terbaik musim 2003-2004 versi Bola.net. Tak hanya itu, loyalitas Bonek dalam mendukung Persebaya melalui masa-masa sulit patut diacungi jempol. Mereka tetap setia mendampingi Persebaya saat terdegradasi, berkompetisi di divisi bawah, hingga akhirnya kembali meraih reputasi sebagai klub yang disegani di Liga Indonesia.


3. Bobotoh, Persib Bandung


Berbicara soal loyalitas, Bobotoh adalah yang nomor satu. Bisa dibilang, hampir semua masyarakat Bandung adalah Bobotoh yang dengan sepenuh hati mendukung Persib. Hal ini tampak jelas ketika Persib menjuarai Liga Indonesia 2014, di mana saat itu seluruh elemen masyarakat Bandung tumpah-ruah ke jalan, menitikkan air mata haru. Tak tanggung-tanggung, dari mulai Wali Kota Bandung hingga ibu-ibu yang biasa berjualan di pasar, semua bersukacita ketika Persib berhasil keluar sebagai juara.

Ridwan Kamil yang membawa atribut Persib Bandung sampai ke New York

Bagi para Bobotoh, sepakbola sudah melebur ke dalam budaya mereka. Mereka tak hanya mendukung saat Persib bermain di stadion, tapi juga menularkan kecintaannya ke anak-anak mereka. Jangan heran jika di Bandung kamu bisa menemui bobotoh dari generasi berbeda, satu sudah berusia lanjut, satu lagi mungkin masih kecil.

Secara organisasi, Bobotoh juga sangat rapi dan profesional. Mereka tidak hanya mendukung Persib secara moral, namun juga secara finansial. Seandainya mereka bisa menekan aksi anarkis yang masih kerap "bocor", bukan tidak mungkin Bobotoh keluar menjadi suporter sepakbola terbaik Indonesia di masa depan.



2. The Jakmania, Persija Jakarta


Berbicara soal eksistensi, Persija Jakarta bisa disebut sebagai yang nomor satu dalam jajaran suporter Indonesia. Bagaimana tidak, pendukung Macan Kemayoran ini memiliki fanbase yang sangat besar, didukung pula oleh beberapa public figure seperti Gugun Gondrong dan Giring Nidji. Dari awal yang hanya beranggotakan 100 orang, kini The Jakmania sudah memiliki lebih dari 30.000 anggota. Mereka selalu membuat stadion Lebak Bulus menjadi lautan berwarna oranye setiap kali Persija berlaga. Tak hanya di kandang sendiri, The Jakmania juga tak segan-segan mengiringi tim kesayangannya berlaga di kandang lawan.

Kreativitas Jakmania dalam mendukung timnya juga sudah terbukti. Mereka memenangkan penghargaan sebagai suporter terbaik musim 2007-08 versi ISL serta gelar yang sama tahun 2005 dan 2008 versi Bola.net. Seandainya aksi rusuh The Jakmania bisa sedikit ditekan, tentu mereka akan duduk di peringkat yang lebih tinggi dalam daftar ini.


1. Aremania, Arema Malang


Nah, pemuncak dalam daftar "Suporter Sepakbola Indonesia Paling Loyal" versi Pizna diduduki oleh Aremania. Pendukung klub Arema Malang ini mengalami evolusi besar-besaran yang patut diacungi jempol. Awalnya, Aremania identik dengan suporter yang selalu rusuh dan berbuat onar, apalagi dalam pertandingan melawan Persebaya. Tak mau berlarut-larut menyikapi hal tersebut, para suporter pun mulai berbenah. Mereka mengubah kesan anarkis menjadi bentuk dukungan yang lebih positif dan kreatif. Hasilnya luar biasa, Aremania menjadi langganan peraih penghargaan suporter terbaik di Indonesia. Sebut saja gelar Suporter Terbaik versi Bola.net tahun 2011, Suporter Terbaik versi ISL tahun 2010 dan 2011, serta The Best Suporter di Copa Indonesia 2006.

Mereka juga berperan besar dalam membantu Arema Malang menjadi Juara Indonesian Super League tahun 2010, serta memecahkan rekor tur terbanyak ketika lebih dari 50.000 Aremania ikut melawat ke kandang Persija Jakarta. Salut buat Aremania!



Nah, itu tadi adalah daftar 11 Suporter Sepakbola Indonesia Paling Loyal versi Pizna. Sebagai informasi, daftar ini tidak hanya disusun semata berdasarkan loyalitas, namun juga sportivitas serta kreativitas masing-masing suporter.

Ingat, mendukung sebuah klub tidak selalu berarti harus siap membela secara fisik. Ada kalanya kita harus berpikir dengan dingin dan tidak melakukan hal-hal yang justru mengakibatkan sanksi bagi klub kesayangan. Maju terus sepakbola Indonesia!

Kamu merasa kurang puas dengan daftar ini? Isi polling di bawah dan berikan komentarmu. Kami akan merilis daftar suporter terbaik versi pembaca Pizna.

Menurutmu, suporter manakah yang layak mendapat predikat sebagai yang terbaik di Indonesia?

Scroll To Top