Tokoh-Tokoh Penyandang Cacat yang Berhasil Menginspirasi Dunia

"Bagian dari masalah kata cacat adalah menunjukkan ketidakmampuan untuk melihat, mendengar, bicara, berjalan, dan tidak bisa melakukan hal-hal lain dengan begitu saja. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak memiliki perasaan? Yang tidak bisa mengatakan tentang perasaan mereka? Atau mengelola perasaan mereka dengan cara yang konstruktif? Bagaimana dengan orang yang tidak mampu bersosialisasi? Yang tidak bisa memenuhi hidup mereka? Atau yang kehilangan harapan? Yang hanya memiliki kekecewaan dan kepahitan dalam hidupnya tanpa sukacita, tidak ada cinta? Menurut saya, ini adalah cacat yang sebenarnya"
~Fred Rogers

Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti kita tidak bisa melakukan segalanya, kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan jika kita memang menginginkannya. Tentu saja memiliki keterbatasan fisik akan membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk menjadi berarti. But this is life.

Dan di bawah ini adalah orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik yang mengispirasi dunia dengan tekad, semangat, dan keinginan yang besar untuk membuat orang lain bangkit dan termotivasi. Mereka bahkan mampu melakukan hal-hal luar biasa yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang terlahir dengan fisik sempurna.

Mari kita simak, bagaimana luar biasanya mereka dalam menjalani hidup mereka yang sangat jauh dari kata mudah.


Franklin Delano Roosevelt


Ia adalah salah satu orang terbesar sepanjang sejarah, kalian pasti tahu kan siapa dia? Ya, dia adalah mantan Presiden Amerika Serikat yang terkenal dan dicintai oleh masyarakatnya karena berhasil membimbing bangsanya melalui perang dunia II.

Ia melayani masyarakat melalui kantornya, karena dia adalah seorang pengguna kursi roda. Setelah memulai karir politiknya di Gusto, ia didiagnosis menderita polio dan menjadi lumpuh dari pinggang ke bawah. Karena takut diketahui publik, maka berita cacatnya disimpan secara rahasia selama beberapa tahun, tapi meskipun cacat, ia bisa melindungi dan melayani masyarakatnya dengan cara yang sangat mengesankan.


KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)


Pasti kalian tahu Gus Dur kan? Yup, ia adalah Mantan Presiden RI ke-4.
Pada januari1998, Gus Dur diserang stroke dan berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Namun, sebagai akibatnya kondisi kesehatan dan penglihatannya memburuk. Selain karena stroke, diduga juga disebabkan factor keturunan dari hubungan darah diantara orangtuanya.

Meski dalam keterbatasan fisik dan kesehatan, Gus Dur tetap mengabdikan dirinya untuk masyarakat dan bangsa walaupun harus duduk di kursi roda. Dan meninggalnya Gus Dur pada 30 Desember tahun 2009 lalu membuat bangsa ini kehilangan sesosok guru. Seorang tokoh bangsa yang berani berbicara apa adanya atas nama keadilan dan kebenaran dalam kemajemukan hidup di nusantara.

Masih ingat apa yang selalu dikatakan Gus Dur?
“Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”


Nick Vujicic


Dia adalah seorang pria asal Australia yang lahir dengan sindrom langka Tetra-amelia.
Meskipun tidak memiliki tangan, dan hanya memiliki satu kaki kecil dengan dua jari kaki yang menonjol di paha kirinya, dia bisa melakukan surfing, berenang, bermain golf, dan sepak bola. Ia lulus dari sebuah perguruan tinggi dalam bidang Akuntansi dan perencanaan keuangan pada usia 21 tahun.

Ia menjadi seorang motivator dan fokus pada kehidupan orang-orang cacat, memberikan harapan, dan menemukan makna hidup.

Setelah ditandatangani lebih dari 3 juta orang di lebih dari 44 negara di lima benua, ia juga menyebar pesannya yang penuh harapan dalam bukunya yang berjudul “Life Without Limits:  inspirasi untuk kehidupan yang baik” yang diterbitkan pada tahun 2010.


Marlee Matlin


Ia adalah seorang artis pemenang Academy Award. Dan dianggap sebagai salah satu artis yang sukses meskipun tuna rungu. Ia menjadi tuna rungi sejak berusia 18 bulan karena cacat genetic telinga. Dia juga telah menerima penghargaan dari berbagai organisasi termasuk Golden Globe Award.


Stevie Wonder


Ia adalah salah satu penyanyi yang paling dicintai di dunia. Dia seorang musisi, penyanyi dan penulis lagu yang terlahir dalam keadaan buta. Lagu-lagunya yang terkenal antara lain Superstition, I just called to say I love you, dll.


Jessica Cox


Jessica Cox menderita cacat lahir langka. Ya,ia dilahirkan tanpa lengan. Meskipun begitu, ia juga terlahir dengan semangat yang besar. Ia adalah sarjana psikologi dan bisa menulis, mengendarai mobil, menyisir rambutnya dan berbicara di telepon hanya menggunakan kakinya. Jessica berasal dari Tucson, Arizona, Amerika Serikat, ia juga seorang penari dan pemegang sabuk hitam di Tai Kwon-Do. Dia memiliki lisensi tanpa batas untuk mengemudi, dia terbang dengan pesawat dan dapat mengetik 25 kata per menit. Bagaimana? Sangat luar biasa bukan?

Dia terbang dengan pesawat yang disebut Ercoupe dan merupakan salah satu dari beberapa pesawat yang akan dibuat dan disertifikasi tanpa pedal. Tanpa pedal kemudi, Jessica bebas untuk menggunakan kakinya sebagai tangan. Dia mengambil 3 tahun untuk menyelesaikan lisensi pesawatnya, memiliki 3 instruktur terbang dan berlatih 89 jam terbang. Ia adalah perempuan yang menjadi pilot pertama tanpa lengan.


Helen Keller ( 27Juni 1880 – 1 Juni 1968)


Helen Keller adalah seorang penulis Amerika, aktivis politik, dan juga dosen. Dia adalah seorang tuna netra dan tuna rungu pertama yang mendapatkan gelar sarjana seni. Kisah tentang guru Keller, Annie Sullivan,  berhasil menerobos isolasi yang dikarenakan kekurangan bahasa Keller, dan membuat Keller mampu berkembang saat ia belajar berkomunikasi, dan telah dikenal di seluruh dunia melalui film “The Miracle Worker”. Sullivan mengajar Hellen Keller untuk berkomunikasi dengan kata-kata ejaan ke tangannya.

Helen Keller telah melakukan banyak perjalanan, dan sangat menentang perang. Dia berkampanye untuk hak pilih perempuan, hak-hak pekerja, dan sosialisme, dan kasus progresif laiinya. Pada tahun 1920, ia membantu mendirikan American Civil Liberties Union (ACLU).

Keller dan Sullivan melakukan perjalanan ke lebih dari 39 negara, membuat beberapa perjalanan ke Jepang dan menjadi favorit masyarakat Jepang. Ia bertemu setiap Presiden AS mulai dari Grover Cleveland sampai Lyndon B. Johnson dan ia juga berteman dengan banyak tokoh-tokoh terkenal, termasuk Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin dan Mark Twain.


Stephen Hawking


Stephen William Hawking adalah seorang fisikawan teoritik Inggris, yang terkenal di dunia ilmiah karena karirnya selama lebih dari 40 tahun. Buku-buku dan penampilannya di depan public telah membuatnya menjadi selebritis akademik dan mendapat kehormatan dari Royal Society of Arts, anggota seumur hidup dari Akademi Ilmu Kepausan, dan pada tahun 2009 dianugrahi Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di AS.

Stephen Hawking menderita penyakit motor neuron, yang kemungkinan adalah varian dari penyakit yang dikenal sebagai Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Gejala ini pertama kali muncul ketika ia kuliah di Cambridge. Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tangga dan kepalanya terhantam.

Dia didiagnosis  menderita neuron ketika usianya 21 tahun, tidak lama sebelum pernikahan pertamanya. Secara bertahap Stephen Hawking mulai kehilangan kemampuan penggunaan lengan, kaki, dan suaranya. Dan pada akhir tahun 2009, ia benar-benar menjadi lumpuh.


Jean- Dominique Bauby


Ia termasuk dalam daftar orang-orang besar dalam sejarah yang menyandang cacat. Ia adalah seorang jurnalis, penulis, dan editor majalah fashion Perancis. Pada tahun 1995, ia merasakan sakit dibagian jantungnya dan setelah itu menghadapi serangan jantung yang parah. Karena itu, ia dalam keadaan koma selama 20 hari.

Setelah bangun dari komanya, ia didiagnosis menderita gangguan saraf yang sangat langka yang dikenal sebagai Locked-in syndrome. Ini merupakan sebuah cobaan yang sempurna untuknya, di mana dia tetap hidup namun tubuhnya mengalami kelumpuhan dari kepala sampai kaki. Satu-satunya bagian yang dapat digerakkan hanya kelopak mata kirinya.

Meskipun cacat, ia masih dapat menulis buku “The Diving Bell and Butterfly” dengan cara berkedip ketika huruf yang tepat diucapkan oleh orang lain, dan kemudian orang tersebut mengulang-ulang alphabet dan kata-katanya. Ini pasti sangat sulit dan membutuhkan waktu ya guys, namun akhirnya ia mampu menyelesaikan bukunya. Dan dia meninggal 2 hari setelah bukunya diterbitkan.


Christy Brown (5 Juni 1932 – 7 September 1981)


Christy Brown adalah seorang penulis, pelukis, dan penyair Irlandia yang memiliki kelumpuhan otak yang parah. Ia lahir di Crumlin, Dublim. Dia menderita kelumpuhan otak dan tidak mampu bergerak atau berpidato selama beberapa tahun. Dokter menganggapnya sebagai cacat intelektual juga. Tapi ibunya yang tak pernah putus asa terus berbicara dengannya, bekerja dengannya, dan mengajarinya.

Dan suatu hari, ia menyambar sepotong kapur dari adiknya dengan kaki kirinya. Ia mampu berkomunikasi pertama kali dengan menggunakan kakinya. Ia paling terkenal untuk autobiografinya “My Left Foot” yang kemudian dibuat menjadi sebuah film pemenang Academy Award dengan nama yang sama.


Frida Kahlo (6 Juli 1907 – 13 Juli 1954)


Ia adalah seorang pelukis Meksiko yang terkenal karena menciptakan lukisan mencolok, kebanyakan lukisannya adalah sebuah potret diri yang mencerminkan rasa sakit dan kesedihan. Dia selalu membuat lukisan dengan warna-warna cerah yang dipengaruhi oleh budaya dari Meksiko.

Dia adalah seorang seniman Meksiko pertama di abad ke-20 yang karyanya dibeli oleh sebuah museum internasional.

Kahlo menderita polio pada usia 6 tahun yang membuat kaki kanannya lebih kecil dari kaki kirinya. Dan ia selalu menyamarkannya dengan memakai rok panjang berwarna-warni. Ia juga menderita spina bifida, yaitu penyakit yang mempengaruhi perkembangan tulang belakang dan kakinya. Meskipun ia sembuh dari luka-lukanya dan akhirnya bisa berjalan kembali, tapi ia selalu dilanda sakit yang ekstrim selama sisa hidupnya.


Ludwig van Beethoven (1770 -1827)


Ludwig adalah salah satu composer terbesar dalam sejarah. Dia pertama kali muncul di depan publik sebagai seorang pianis ketika berusia 8 tahun. Ia belajar di Wina dengan bimbingan Mozart. Di usia dua puluhan ia telah menjadi seorang pianis besar dengan karya yang sangat berlian.

Pada tahun 1976, Ludwig mulai kehilangan pendengarannya. Terlepas dari penyakitnya, ia tetap menekuni pekerjaannya hingga bisa menciptakan karya-karya besar dalam music. Ia juga berhasil menelurkan karya-karya terbaik dalam sejarah musik dengan penyakit (tuli) yang dideritanya.


Marla Runyan (4 januari 1969)


Pada usia 9 tahun,Marla menderita penyakit Stargadt yang merupakan bentuk degenerasi makula yang menyebabkan kebutaan. Namun menjadi seorang tuna netra tidak membuatnya putus asa, ia bahkan 3 kali menjadi juara nasional dalam sebuah lomba lari maraton perempuan.

Dia memenangkan empat medali emas di Paralympics pada musim panas tahun 1992. Pada tahun 1996 dia memenangkan medali perak. Pada tahun 2000 ia menjadi paralympian buta pertama yang berkompetisi di Olimpiade di Sydney, Australia.  Dia juga memegang berbagai rekor seperti pelari marathon perempuan (2002), dan banyak lagi lainnya,

Pada tahun 2001 ia juga telah menerbitkan buku autobiografinya yang berjudul “No Finish Line: My Life As I See It”.


Sudha Chandran


Sudha Chandran lahir di Chennai, India Selatan. Dia menyelesaikan pendidikan jenjang master di bidang Ekonomi di Mumbai. Pada sebuah perjalanan dari Mumbai ke Chennai ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi. Ini merupakan sebuah cobaan yang sangat besar, meskipun ia diberi kaki palsu.

Namun ia berhasil menjadi salah satu penari yang paling berhasil di India. Dia juga terus menerima berbagai undangan untuk melakukan pertunjukan di seluruh dunia. Ia juga dihormati dengan berbagai penghargaan di seluruh dunia. Dan ia juga sering muncul di televisi India dan bermain di banyak film.

Oleh: Desy L

Scroll To Top