Suka Dukanya Kuliah bagi yang Sudah Menikah

Ada yang menjadikan menikah sebagai motivasi untuk cepat lulus kuliah. Tapi ada juga yang memilih untuk menikah dulu baru melanjutkan kuliah. Bebas sih, namanya juga pilihan. Tapi ada untung ruginya nggak sih menikah dengan status masih sebagai mahasiswa? Cari tahu yuk suka dukanya kuliah untuk teman-teman kita yang sudah menikah!



Sumber semangat


Memiliki suami atau istri dan anak yang selalu ada akan memberikan motivasi tersendiri bagi mereka untuk kuliah. Kebahagiaan keluarga ini menjadi salah satu tujuan yang memacu semangat seseorang untuk segera lulus kuliah.


Hidup lebih teratur

 
Berbeda dengan mahasiswa biasa yang hidupnya luntang-lantung dan tidak teratur. Setelah menikah dan berkeluarga pasti akan ada sebuah keteraturan. Contohnya nih yang biasanya nggak sarapan, setelah menikah selalu menyempatkan waktu buat sarapan bareng pasangan sebelum pergi ke kampus.


Bebas bertemu pasangan


Tidak perlu mencuri waktu untuk bertemu pasangan, tinggal pulang ke rumah dan menunggu pasangan pulang. Kondisi seperti ini juga bisa menjadi penyemangat seseorang untuk kuliah di keesokan harinya.


Hemat umur


Disebut hemat umur karena mereka menikah di usia yang masih muda. Ada beberapa orang yang beralasan ingin menikah ketika kuliah karena ingin usianya dengan anaknya nanti tidak terpaut terlalu jauh. Hmm...boleh juga ya.


Sulit konsentrasi


Bagi mereka yang sudah menikah, pasti ada saja yang mengganggu pikiran mereka di kelas. Seperti masalah anak, konflik dengan suami atau istri, masalah rumah, dan lain sebagainya. Kebayang kan bagaimana ribetnya? Memikirkan kuliah saja sudah cukup pusing apalagi ditambah dengan masalah rumah tangga.


Waktu belajar menipis


Bagi mereka yang sudah menikah, pasti akan kesulitan untuk menemukan waktu belajar yang tepat di rumah. Selain karena ada banyak hal yang harus diurus, pasti ada saja godaan untuk tidak belajar karena ingin menikmati waktu dengan pasangan atau anak-anak mereka. Oleh karena itu waktu belajar menjadi semakin berkurang.


Capek


Meskipun sudah pulang ke rumah, tetap saja tidak ada waktu bersantai untuk mereka yang sudah menikah. Pasti ada saja yang harus dikerjakan seperti mengurus anak, mengurus suami atau istri, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Semua ini membuat seseorang otomatis akan merasa kecapekan.


Mudah konflik


Sudah capek, pusing dengan masalah di kampus, eh masih harus mengurusi rumah tangga. Kondisi ini membuat emosi seseorang mudah meledak. Ditambah lagi kalau pasangannya sama-sama masih muda yang cenderung pemikirannya belum dewasa dan tidak mau kalah. Jadi siap-siap saja ya untuk menahan diri supaya tidak sampai meledak-ledak.


Adelina Mayang

Scroll To Top