Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UGM

Kuliah di UGM. Ini nih yang jadi mimpi banyak orang. Sebagian besar orang tua pasti juga menargetkan anaknya untuk kuliah di universitas yang satu ini. Tapi tunggu dulu, ketika mimpi untuk kuliah di UGM sudah terwujud ada banyak sekali kesan yang akan kamu rasakan baik yang bikin senang atau yang bikin kesel. Yang bikin senang mungkin gampang ditebak, lah kalau yang bikin kesel? Nah...cari tahu yuk apa saja sih nggak enaknya kuliah di UGM!



Mahal


Meskipun disebut sebagai kampus kerakyatan tetapi UGM tampaknya masih menerapkan biaya kuliah yang belum merakyat. Buktinya masih ada banyak mahasiswa yang menilai biaya kuliah di UGM masih terlalu mahal.


Sistem belajar jadul


Sistem belajar yang diterapkan oleh UGM kelihatannya belum bisa move on dari jaman dahulu kala. Beberapa mahasiswa menilai bahwa UGM harusnya menerapkan sistem belajar baru yang tidak hanya terpusat pada dosen mengajar di kelas dan mahasiswa mendengarkan sambil mengantuk.


Fasilitas kurang


Sebagai salah satu kampus terbaik, fasilitas yang diberikan UGM masih bisa dibilang kurang. Sebut saja fasilitas laboratorium yang masih sangat terbatas, ruang kelas yang biasa-biasa saja, perpustakaan yang tidak lengkap, dan masih ada banyak contoh lainnya.


Parkir ribet


Ini dia yang selalu menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa UGM, parkir. Mulai dari aturan KIK sampai larangan untuk membawa sepeda motor. Sekarang juga sedang hangat-hangatnya nih dibahas tentang parkir mobil yang sembarangan di lingkungan UGM.


Beban berat


Menyandang status sebagai mahasiswa UGM tampaknya memberikan beban tersendiri. Siapa sih yang nggak kagum ketika melihatmu sebagai mahasiswa UGM? Yang paling penting adalah kamu harus bertanggung jawab untuk membuat orang tuamu bangga bukan hanya dengan berhasil masuk ke UGM tapi juga keluar dari UGM tepat waktu.


Sederhana


Ya begini ini jadi mahasiswa UGM, sederhana. Dengan fasilitas yang terbatas, mahasiswa UGM dipaksa untuk menikmati seadanya saja. Mungkin memang mahasiswa UGM diharapkan untuk menjadi sosok yang sederhana dan mudah berbaur dengan masyarakat ya.


Crowded


Jogja memang semakin padat dari tahun ke tahun. Mahasiswa UGM sendiri mulai merasakan nggak enaknya kepadatan ini. Mau berangkat ke kampus saja harus berjuang menerobos antrian kendaraan belum lagi parkiran di kampus yang semakin padat. Telat sedikit ya sudah, nggak kebagian tempat parkir.

Adelina Mayang

Scroll To Top