Inilah 8 Tokoh Penderita AIDS yang Menginspirasi Dunia

AIDS memang menjadi salah satu penyakit paling mengerikan di dunia. Namun, sekali lagi tak ada yang tidak mungkin di dunia ini termasuk untuk bertahan hidup meskipun harus dengan AIDS di dalam tubuh. Tokoh-tokoh ini berhasil membuktikan bahwa mereka bisa melawan AIDS dan berhasil menginspirasi penderita AIDS lainnya di dunia. Siapa saja mereka?



Earvin Johnson


Pebasket yang satu ini sempat memilih pensiun dini ketika dinyatakan mengidap AIDS pada tahun 1992. Namun semangatnya yang tak pudar membuatnya memutuskan untuk kembali berlaga di beberapa pertandingan untuk LA Lakers. Sampai sekarang ia masih berjuang melawan AIDS dan dipercaya menjadi tokoh kampanye anti AIDS.


Nkosi Johnson


Tertular AIDS dari sang ibu membuat hidup Nkosi tidak sama seperti anak-anak yang lain. Ia sempat ditolak oleh sekolah karena penyakit yang diidapnya ini. Bersama dengan orang tua asuhnya, Gail Johnson, Nkosi berusaha memperjuangkan nasib anak penderita AIDS agar tetap bisa bersekolah. Nkosi akhirnya meninggal pada tahun 2001.


Catherine Wyatt


AIDS tidak membuat semangat wanita yang satu ini memudar. Meskipun sempat tepuruk, ia akhirnya bangkit dan menulis sebuah buku berjudul AIDS Memoir : Journal of an HIV-Positive Mother. Buku ini menyalurkan semangat kepada semua wanita penderita AIDS di dunia.


Arthur Ashe


Pria yang lahir tahun 1943 ini adalah seorang pemain tenis terbaik di dunia. Dia diketahui terinfeksi virus HIV pada tahun 1980 karena tranfusi darah yang dia alami. Setelah itu, Ashe bekerja keras untuk melawan AIDS dengan mendirikan Arthur Ashe Foundation for the Defeat of AIDS dan Arthur Ashe Institute for Urban Health. Ashe meninggal pada tahun 1993.


Andrew Ivan Bell


Vokalis band Erasure yang akrab disapa Andy Bell ini mengumumkan dirinya menderita AIDS pada tahun 2004. Andy berhasil menginspirasi ODHA di seluruh dunia untuk terus berkarya meskipun menderita AIDS. Terbukti meskipun mengidap AIDS Andy masih meluncurkan album solo dan album bersama band-nya.


Patricia Nalls


Mengira bahwa dirinya adalah satu-satunya wanita pengidap AIDS di dunia ini membuat Nalls sempat menyerah menjalani hidup. Hingga kemudian semangatnya kembali muncul dengan mengajak teman-teman wanita pengidap AIDS lainnya untuk bergabung dengannya membentuk sebuah klub. Klub ini kemudian dikenal sebagai The Women’s Collective yang terdiri dari wanita-wanita tangguh pengidap AIDS.


Ryuhei Kawada


Kawada diketahui terinfeksi HIV ketika melakukan transfusi darah. Namun virus ini tidak menghalangi Kawada untuk dipilih sebagai anggota parlemen di Jepang. Sebelumnya Kawada telah aktif mendatangi konvensi AIDS internasional. Kini Kawada fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota parlemen untuk melawan birokrat yang tidak bertanggung jawab.


Ah Long


Bocah berusia 9 tahun ini telah menarik perhatian dunia karena tertular AIDS dari orang tuanya yang telah lebih dulu meninggal dunia. Ah Long sempat hidup seorang diri sampai akhirnya pemerintah Cina memberikan perhatian padanya dan menyediakan tempat tinggal yang lebih layak. Semangat bocah yang satu ini patut dicontoh oleh penderita ODHA lainnya.

Adelina Mayang

Scroll To Top