[INSPIRATIF] Ini Lho 9 Novel Indonesia yang Berhasil Mendunia!

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita"(Wikipedia). Mungkin masih banyak dari kalangan pecinta novel di Indonesia yang masih sibuk dengan novel-novel karya orang-orang dari luar negeri. Kayak Novelnya Harry Potter hasil karya J. K. Rowling, The Lord of The Rings karyanya J. R. R. Tolkien, The Da Vinci Code karangan dari Dan Brown, dan masih banyak lagi.



Nah, kali ini bukannya mau sombong dan nggak mau baca novel yang terkenal di luar negeri sana, tapi ini adalah bentuk penghargaan dan kecintaan kita terhadap tanah air. Lho kok gitu? Soalnya kali ini kita bakalan membahas tentang novel-novel terbaik Indonesia yang berhasil mendunia. Jangan-jangan kamu belum pernah baca salah satu novel Indonesia? Waduh…kamu bakalan jadi orang ‘katrok sedunia nih’.

Banyak loh novel Indonesia yang diterbitkan di luar negeri bahkan laris manis. Ternyata novelis Indonesia gak kalah jagonya. Jadi ikut bangga nih... Banyak novel-novel yang juga diangkat ke media perfilman dengan judul yang sama. Dan terbukti berhasil telah ditonton oleh jutaan masyarakat Indonesia.

Tak hanya bioskop Indonesia saja yang memutarnya, bioskop luar negeri juga ada loh. Apa aja sih yang novel-novel tersebut dan siapa saja yang memliki ide sehebat itu? Simak ulasan berikut ini.


Laskar Pelangi (The Rainbow Troops) karya Andrea Hirata


Telah dicetak ke dalam 25 bahasa.. Jika di Jerman Laskar Pelangi dicetak oleh penerbit besar Hanser. Kalau di Arab Saudi nama Laskar Pelangi menjadi “ Askar Qausaqazah” yang terbitkan oleh Dar Al Muna. Dalam bahasa Arab diterbitkan di 22 negara yang menggunakan bahasa Arab.

Laskar Pelangi telah hadir dalam novel, film dan drama musikal. Bahkan setelah filmnya di liris dan mendapatkan sambutan besar, ada beberapa produser Hollywood yang tertarik untuk memfilmkannya.

Berlatar cerita di Bangka Belitung, 10 anak yang bersekolah di SD Muhammadiyah dengan kondisi kelas yang sudah reot dan bocor bila terkena hujan. Namun semangat yang di berikan bu Mus guru hebat dan tidak pantang menyerah dalam mengajar. Mereka berjuang bersama untuk menununjukan bahwa dengan segala keterbatasan mampu meraih prestasi bahkan lebih dari yang lainnya.

Beberapa cerita dikemas dalam balutan komedi yang mengelitik dan menguras air mata. Novel ini mengajarkan kita bahwa setiap keiinginan bisa dicapai semangat dan ketekunan. Meski pendidikan mereka belum memenuhi standar kenyataanya bisa membuktikan. Dan masih banyak guru yang rela terjun kepelosok dengan jaraknya yang jauh untuk mencerdaskan penerus bangsa.

Trilogi Laskar Pelangi juga telah diterbitkan di luar negeri seperti Sang Pemimpi, Edensor,  dan Maryamah Karpor.


Rongeng Dukuh Paruk (The Dancer) karya Ahmad Tohari



Novel ini diterbitkan tahun 1982, pada tahun itu Ahmad Tohari sempat diinterogasi oleh petugas mengenai karyanya yang mengandung cerita komunis. Namun dia bisa bebas setelah menghubungi sahabatnya Gus Dur.

Ronggeng Dukuh Paruk telah terbit dalam edisi bahasa Inggris oleh dengan judul The Dancer Rene T.A. Lysloff. Dalam bahasa Belanda telah dicetak dengan judul ‘Het Daancesmeisje Vit Mijn Dorp’ Tahun 2011 telah difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah yang diberi judul ‘Sang Penari’.

Berlatar belakang tahun 1960-an bercerita tentang Srintil seorang penari Ronggeng. Dengan bantuan dukun ronggeng Dukuh Paruk Srintil diubah menjadi penari ronggeng untuk menembus dosa kedua orang tuanya 10 tahun yang lalu. Orang tuanya tanpa sengaja membuat tempe beracun yang membunuh semua warga yang memakannya termasuk Surti ronggeng Dukuh Paruk saat itu.

Tahun 1965 menjadi malapetaka bagi Surti dan kelompok keseniannya dimana saat itu terjadi percobaan kudeta. Rasus yang sejatinya adalah cinta Srintil sekaligus sahabat masa kecil kembali ke Dukuh Paruk dan menemukan desanya telah hancur berserta warganya. Rasus segera mencari ke kamp konsentrasi namun tidak menemukan Srintil.

10 tahun kemudian Rasus pergi ke desa Dawuan, tanpa sengaja bertemu dengan penari yang kumal dan penabuh kendang buta. Rasus memberikan pusaka ronggeng Dukuh Paruk pada penari itu. alangkah senangnya Rasus melihat penari itu mengambil pusaka itu, bearti dia benar cintanya yang hilang Srintil dan Sakum penabuh kendang.


Supernova Satu (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari



Dewi Lestari dengan pemikirannya yang terbuka mampu membuat novel yang sangat laris bahkan telah diadaptasi ke dalam film dengan judul yang sama. Cerita berlatar belakang di Washington D,C Amerika Serikat, 2 mahasiswa Dimas yang berasal dari keluarga kaya dan Reuben seorang mahasiswa kedoteran yang mendapat beasiswa dari kalangan menengah kebawah.

Kedunya bertemu hingga akhirnya menjadi pasangan kekasih atau gay, mereka membuat novel yang terinspirasi dari Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Berawal dari hubungan suami istri Rana dan Adwin, di mana Rana berselingkuh dengan Ferre. Keduanya menjalin cinta hingga Adwin mencium perselingkuhan mereka.

Rana bermaksud untuk menceraikan Adwin agar bisa pergi bersama Ferre, namun dalam keadaan yang stress Rana jatuh sakit. Hingga akhirnya Adwin berkata pada Rana bahwa dia setuju kalau mereka bercerai dan membiarkan Rana bahagia dengan Ferre. Mendengar perkataan Adwin, Rana menjadi menyesal telah berbuat jahat dan mengurungkan niatnya untuk bercerai.

Ferre dalam kondisi yang patah hati bertemu dengan Diva tetangganya, Diva menjadi tempat berkeluh kesah dan curhatan Ferre. Berawal dari situlah kedunya saling merasa nyaman dan menjalin hubungan. Ferre berhasil menjadi Ksatria, dan Diva menjadi Supernova.

Supernova sendiri terbagi menjadi 5 yaitu:
-       Supernova 2: Akar tahun 2002
- Supernova 3: Petir (2004)
- Supernova 4: Partikel (2012)
- Supernova 5: Gelombang (2014)


Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan



Diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul ‘Bi Wa Kizu’. Sedangkan dalam bahasa Inggris oleh New Directions, New York. Cerita berlatarkan tahun 1965 dimana saat masa komunis.

Dewi Ayu seorang wanita dengan paras yang menawan dipaksa menjadi pelacur. Kecantikannya itu perpaduan antara darah Indonesia dengan Belanda. Kecantikannya juga diturunkan kepada ke tiga anaknya yang tidak tahu siapa bapaknya. Dalam kejolak batinya dia sangat terluka karena ke tiga anaknya tetap dipaksa menjadi pelacur.

Pada kehamilannya yang ke empat dia berharap putrinya memiliki rupa yang jelek. Tuhan mengabulkan doanya, bayi mungil itu diberi nama Cantik. Dewi Ayu berharap nasib buruknya tidak menerima Cantik, namun hal itu sulit untuk dilakukan.

Dalam novelnya Eka Kurniawan memberi pesan bahwa cantik itu memang luka. Untuk mendapat predikat cantik kamu harus rela tidak makan, berjam-jam di salon, membuang waktu untuk berdandan dan melakukan operasi demi dibilang cantik.


Habibie & Ainun Karya B.J. Habibie


Mantan presiden yang terhormat ini memiliki kisah cinta yang membuat semua orang merasa iri dengannya. Kepergian Ainun membuat Habibie sangat terluka, cintanya benar-benar tulus dan sejati. Cerita ini berdasarkan kisah nyata perjalanan cinta, politik dan keluarganya.

Di balik pria yang sukses ada sosok wanita hebat di belakangnya.

Seluruh masyarakat Indonesia tahu cerita romantis mereka yang telah diadabtasi menjadi film. Dalam film ini sosok Habibie di perankan oleh Reza Rahardian dan Ainun oleh Bunga Citra Lestari. Kedunya sukses memerankan dua tokoh yang melegenda ini.

Gula Jawa berubah jadi gula pasir. Itulah salah dialog yang paling berkesan.


Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi


Novel ini telah terbit di Malaysia dan telah diadaptasi kedalam film dengan judul yang sama. Cerita lima sahabat yang menempuh pendidikan di dalam pesantren. Di masa depan mereka ingin sekali menginjak tanah Eropa dan Amerika meraih cita-cita.

Pesantren dalam novel ini digambarkan dengan sistem modern, sehingga kesan kuno tidak terlihat. Banyak kehidupan mengenai persahabatan yang kompak diceritakan, bahkan cerita asmara juga ada. Membuktikan bahwa kehidupan pondok tidak selalu begitu, santrinya tetap boleh menimba ilmu dimanapun.


Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka


Novel yang dalam ejaan lama lebih dikenal dengan nama Tenggelamnja Kapal Van der Wijck ini, merupakan karangan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau orang lebih mengenal dengan nama Hamka atau Buya Hamka. Novel ini menceritakan sebuah aturan adat yang berlaku di tanah Minangkabau serta perbedaan latar belakang sosial (kasta) yang membuat hubungan cinta sepasang kekasih menjadi terhalang hingga akhir kematian.Cerita yang menempatkan dua tokoh utama yaitu Zainuddin (ayah Minang dan ibu dari Bugis) dan Hayati (asli minang dan keturunan bangsawan). Zainuddin dianggap tidak memiliki suku atau nasab Minang, karena di Minang nasab diturunkan dari seorang ibu. Aturan inilah yang membuat cinta dua tokoh ini tidak bisa bersatu.

Novel ini ditulis pertama kali oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, 'Pedoman Masyarakat' pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka menempatkan sebuah kritikan tentang tradisi yang dilakukan masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia, Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik dari Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dianggap sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr yang berjudul Sous les Tilleuls (1832).

Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck terus mengalami cetak ulang sampai saat ini. Bahkan sampai dibuat filmnya yang dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahardian. Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.


Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi


Ranah 3 Warna adalah novel kedua karya Ahmad Fuadi yang diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2009. Novel ini merupakan kedua dari trilogi Negeri 5 Menara bercerita tentang Alif yang baru selesai menamatkan sekolah di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur dan perjalanannya mewujudkan mimpi menjadi Habibie di Teknologi Tinggi Bandung, lalu merantau untuk menggapai jendela dunia sampai ke Amerika.

Ahmad Fuadi, sosok penulis yang sudah sangat terkenal ini, telah menciptakan karya-karya yang tidak hanya diminati oleh pembaca dalam negeri saja, namun juga sampai ke mancanegara. Saat ini, novel Ranah 3 Warna juga sendang di terjemkahkan ke dalam bahasa Inggris, dan pasti go internasional.


Tetralogi Buru Karya dari Pramoedya Ananta Toer



Sering disebut Tetralogi Buru, ada juga yang menyebut dengan Tetralogi Pulau Buru dan Tetralogi Bumi Manusia. Ini adalah nama untuk empat novel karangan Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan pada tahun 1980 sampai dengan 1988. Novel ini sempat membuat geger dan kemudian dilarang peredarannya oleh Jaksa Agung Indonesia untuk beberapa masa. Alasan ditahannya novel dari Pramoedya ini karena karya-karyanya dianggap mengandung pesan Marxisme-Leninisme.

Tetralogi Buru ini menggambarkan hal yang benar-benar terjadi, yaitu terbentuknya Nasionalisme pada awal Kebangkitan Nasional. Novel ini juga menggambarkan sebuah tokoh yang bernama Tirto Adhi Soerjo yang dalam novel digambarkan sebagai tokoh Minke.

Tetralogi Buru dibagi menjadi empat buku:
1. Bumi Manusia (1980; 1981)
2. Anak Semua Bangsa (1981; 1981)
3. Jejak Langkah (1985; 1985)
4. Rumah Kaca (1988; 1988)

Novel paling terkenal adalah Bumi Manusia, sedangkan untuk 3 novel terkahirnya  dilarang untuk beredar oleh Kejaksaan Agung, dua bulan setelah terbit. Novel Bumi Manusia mulai ia tulis ketika tahun 1973, dimana Pramoedya saat itu menjadi tahanan di Pulau Buru yang diberi sedikit keleluasaan untuk kerja kreatif. Dia mulai menceritakan tulisannya jilid I ‘Bumi Manusia’ kepada tahanan lain, baru dua tahun kemudian Pramoedya menulis menggunakan mesin ketik tua Royal 440, karena pemberian dari tahanan lain.

Novel Tetralogi Buru lebih dikenal masyarakat internasional dengan sebutan The Buru Quartet. Max Lane, adalah penerjemah untuk novel Bumi Manuisa dan Anak Semua Bangsa dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. April 1980, Max Lane bekerja sebagai Kedubes Australia di Jakarta. Karena hal ini, Max harus di kembalikan ke negara asal pada September 1981. Karya Pramoedya ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Russia pada tahun 1986 oleh E. Rudenko dengan pengantar oleh V. Sikorsky (judulnya "Mir Chelovechesky") dan diterbitkan oleh badan penerbit "Progress".

Empat novel ini kisah pergerakan kebangkitan nasional Indonesia pada tahun 1898-1918 ini, bercerita tentang kehidupan Minke, putra seorang bupati yang memperoleh pendidikan Belanda pada masa pergantian abad ke-19 ke abad ke-20. Latar utama tetralogi ini terjadi pada masa awal abad ke-20, tepatnya tahun 1900 ketika tokoh utamanya, Raden Mas Minke lahir. Nama Minke adalah nama samaran dari seorang tokoh pers generasi awal Indonesia yakni Raden Tirto Adhi Soerjo. Cerita novel ini sebenarnya ada unsur sejarahnya, termasuk biografi RTAS tersebut yang juga nenek moyang penulis. Cerita lainnya diambil dari berbagai rekaman peristiwa yang terjadi pada lingkup waktu tersebut. Termasuk di antaranya rekaman pengadilan pertama pribumi Indonesia (Nyai Ontosoroh) melawan keluarga suaminya seorang warga Belanda totok yang terjadi di Surabaya.

Nah itu tadi karya-karya luar biasa dari para penulis besar Indonesia. Gimana nih buat generasi muda kita? Apa yang sudah kalian hasilkan untuk Indonesia? Tetap semangat dan selalu berkarya ya.

Rusli Asmiyatun

Scroll To Top